PENGHILIRAN MINERAL, Gasifikasi Batu Bara Belum Banyak Peminat

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut belum ada perusahaan di luar PT Bukit Asam Tbk. dan PT Pertamina (Persero) yang mengajukan penghiliran batu bara menjadi gas (gasifikasi).
Anitana Widya Puspa | 04 Desember 2018 21:39 WIB
Aktivitas bongkar muat batu bara di salah satu tempat penampungan di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (3/10/2018). - ANTARA/Irwansyah Putra

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut belum ada perusahaan di luar PT Bukit Asam Tbk. dan PT Pertamina (Persero) yang mengajukan penghiliran batu bara menjadi gas (gasifikasi).

Dirjen Minerba Kementerian ESDM Bambang Gatot Ariyono mengatakan hal itu lantaran untuk proses meningkatkan nilai tambah saaja belum ada cerita sukses di Indonesia. Menurutnya jika proyek kerjasama antara kedua pelat merah terealisasikan maka bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain supaya bisa menghasilkan nilai tambah.

Bambang melanjutkan kerja sama kedua BUMN juga bisa memperingan lantaran resikonya bisa dibagi dan sudah ada pihak yang menjadi off taker. Pasalnya, lanjut Bambang dalam dunia bisnia jika nantinya hal itu sudah bisa dimulai, dan pasarnya mulai ekonomis, pasti sejumlah perusahaan berbondong-bondong mengikutinya.

“Bukan hanya buka pintu saja sih, tapi kan sudah tugas. Karena secara nasional kan menyediakan proses nilai tambah batu bara dan BUMN kan sebagai pionir,” katanya belum lama ini.

Bambang menyebut, saat ini penertiban hilirisasi batubara belumlah segalak untuk sektor mineral yang diwajibkan mellaui pembangunan smelter lantaran masih minim perusahaan yang mau berinvestasi.

“Kami mendorong tapi tidak sebesar mineral dorong nya karena mineral masih ada proses dari biji. kalau batu bara kan langsung. Naturenya beda. kalau batu bara untuk pltu langsung dibakar,” imbuhnya.

Tag : batu bara
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top