KAI Harus Waspadai Dampak Hujan Jelang Natal dan Tahun Baru

PT Kereta Api Indonesia (KAI) dinilai harus lebih mewaspadai dampak cuaca hujan dan pergeseran tanah terhadap jalur KA saat masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2018/2019.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 04 Desember 2018  |  00:25 WIB
Suasana di Stasiun Kereta Api Medan, Sumatra Utara. - Bisnis/ Juli Etha

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) dinilai harus lebih mewaspadai dampak cuaca hujan dan pergeseran tanah terhadap jalur KA saat masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2018/2019.

Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Aditya Dwi Laksana mengatakan harus ada mitigasi khusus  terutama untuk kondisi cuaca dan dampaknya terhadap jalur dan perjalanan KA. Terlebih, kondisi hujan bersiko menyebabkan pergerakan tanah.

"Jadi, KAI harus memastikan kondisi jalur yang dilalui selalu aman dengan mewaspadai titik-titik rawan longsor. Peralatan dan material untuk perbaikan jalur, bila diperlukan sewaktu-waktu, harus dalam kondisi siaga," kata Aditya, Senin (3/12/2018).

Dia menambahkan personel yang terkait dengan perawatan sarana dan prasarana juga harus siaga untuk dikerahkan sewaktu-waktu. Hal lain, lanjutnya, untuk penambahan kereta-kereta tambahan yang dioperasikan saat Nataru harus disosialisasikan secara memadai kepada masyarakat agar informasi penambahan kapasitas tempat duduk bisa tersampaikan.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) memprediksi terjadi kenaikan jumlah penumpang sebesar 4% pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2018/2019 dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengatakan masa angkutan Nataru ditetapkan selama 18 hari yakni mulai 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019. Selama masa angkutan tersebut, seluruh pegawai KAI dimaksimalkan untuk membantu kelancaran pelayanan di stasiun-stasiun dan tidak diperkenankan mengambil cuti tahunan

Tag : kereta api, Natal dan Tahun Baru
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top