Peningkatan Sanitasi Digenjot Lewat Padat Karya

Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) memanfaatkan alokasi anggaran program padat karya ke program peningkatan sanitasi berbasis masyarakat sanimas.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 05 Desember 2018  |  23:02 WIB

Bisnis.com, JAKARTA -- Kementerian Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat (PUPR) memanfaatkan alokasi anggaran program padat karya ke program peningkatan sanitasi berbasis masyarakat sanimas.

Program ini menjadi satu sasaran karena akses masyarakat terhadap sanitasi belum mencapai 100%.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan peningkatan akses sanitasi merupakan bagian dari upaya mewujudkan agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2017, akses sanitasi layak di Indonesia pada mencapai 76%.

“Kementerian PUPR terus berupaya memenuhi target 100-0-100 pada 2019, yakni tersedianya 100 persen akses air minum aman, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen akses sanitasi layak bagi masyarakat,” ujarnya dalam siaran pers, Rabu (5/12/2018).

Basuki menambahkan, ketersediaan infrastruktur sanitasi diharapkan dapat mengurangi praktek Buang Air Besar Sembarangan di Indonesia. Secara khusus, program sanimas ditujukan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Dalam program ini, setiap desa mendapatkan dana Rp 300 juta untuk pembangunan jamban dan septic tank, yang dapat digunakan untuk 15 kepala keluarga. Setiap pembangunan jamban dan septic tank melibatkan tenaga kerja sebanyak 20 orang.

Salah satu wilayah yangmenyelenggarakan program sanimas yakni Kalimantan Barat. Di Kabupaten Ketapang, sebanyak sepuluh desa membangun jamban dan septic tank lewat dana padat karya tunai. Jumlah jamban dan septic tank yang dibangun mencapao 440 jamban dan 373 septic tank.

Basuki menerangkan, program padat karya tunai diarahkan untuk memberdayakan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan fasilitas sanitasi di desanya. Sementara itu, Kementerian PUPR melaui Satuan Kerja Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (PSPLP) memberikan pendampingan teknis dan administrasi anggaran.

Secara keseluruhan, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran pasar karya tunai sebesar 11,28 triliun. Sebanyak Rp2,4 triliun diantaranya merupakan belanja upah.

Selain Sanimas, padat karya tunai juga disalurkan dalam beberapa program, antara lain percepatan peningkatan tata guna air irigasi  (P3TGAI), operasi dan pemeliharaan (OP) irigasi, Pengembangan Infrastruktur Sosial dan Ekonomi Wilayah (PISEW) dan Program Penyediaan Air Minum Berbasis Masayarakat ( Pamsimas).

Tag : sanitasi, padat karya
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top