Tips Bisnis Indekos, Kesabaran Adalah Kunci

Daya tarik bisnis indekos sangat tinggi, tetapi banyak yang enggan masuk karena enggak punya tanah dan dana pembagunan. Berikut kisah untung-rugi bisnis indekos.
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai - Bisnis.com 16 September 2019  |  16:20 WIB
Tips bisnis Indekos. - Ilham Mogu

Bisnis.com, JAKARTA – Bisnis indekos menjadi salah satu solusi untuk mengoptimalkan aset properti. Dari bisnis itu, pemilik properti bisa mendapatkan pendapatan pasif berulang dari para penyewa kamar.

Selain mahasiswa, target pasar bisnis indekos juga bisa mengarah pegawai kantoran. Target pasar mungkin bisa disesuaikan dengan lokasi aset properti yang dimiliki.

Bekti Raharjo, juragan indekos di Bantul, Yogyakarta, menceritakan, modal untuk berbisnis indekos tidak kecil. Dirinya harus menyiapkan tanah seukuran 100 meter persegi untuk membangun indekos  dengan 5 kamar dan sisanya untuk lahan parkir dan dapur.

Harga tanah seluas 100 meter persegi itu senilai Rp700.000 per meter persegi pada 2014. Lalu, dia pun membangun bangunan kos dengan spesifikasi lima kamar itu senilai Rp130 juta pada tahun yang sama.

“Saya memilih bisnis indekos karena memiliki tanah di dekat kampus, biaya operasional pun terbilang murah, risiko rendah, dan harga properti cenderung naik,” ujarnya kepada Bisnis pada Rabu (11/09/2019).

Bisnis indekos Bekti mulai beroperasi pada 2015. Tarif sewa kamar indekosnya sekitar Rp400.000 per bulan. Perbedaan harga tergantung tipe kamar yang dipilih, kamar mandi dalam atau kamar mandi luar. Rata-rata harga sewa indekosnya pun naik sebesar 25% menjadi Rp500.000 per bulan.

Lalu, biaya operasional indekos pun sudah dibayarkan oleh para penyewa. Total biaya listrik dan kebersihan sekitar Rp200.000 per bulan. Bekti mengenakan biaya listrik dan kebersihan kepada para penyewa sekitar Rp40.000 per orang.

Saat ini, keuntungan bersih Bekti dari bisnis indekos senilai Rp2,3 juta per bulan. Keuntungan itu menjadi pendapatan sampingan Bekti yang saat ini juga berprofesi sebagai supir taksi.

tips bisnis indekos

Namun, Bekti mengakui, dirinya belum balik modal untuk bisnis indekos yang dijalani sejak 2014. “Tahun depan kayaknya baru bisa balik modal nih,” ujarnya.  

Sementara itu, Agung, pekerja swasta di Jakarta, juga menceritakan kalau bisnis indekos itu membutuhkan kesabaran.

Dia memutuskan untuk masuk bisnis indekos karena ingin mengoptimalisasikan aset properti keluarga di kampung halamannya.

“Ketimbang terbengkalai, mending dioptimalisasikan saja jadi indekos,” ujarnya.

Agung mulai membangun bisnis indekos sejak 2001 dengan modal Rp150 juta. Tahap pertama, dia membangun 12 kamar indekos di tanah seluas 1.500 meter dengan fasilitas kamar mandi dalam.

tips bisnis indekos

“Modal awal itu saya dapatkan dari hasil jerih payah selama bekerja di Jakarta,” katanya.

Secara bertahap, Indekos punya Agung ini sudah memiliki 55 kamar dibandingkan dengan 12 kamar saat pertama kali dibangun.

Saat ini, harga sewa indekos yang ditawarkan Agung sekitar Rp400.000 sampai Rp500.000. Namun, dia tidak tahu detail berapa kamar yang terisi saat ini.

“Soalnya, saya tidak mengelola, tetapi keluarga yang lain yang mengelolanya,” ujarnya.

Tips Bisnis Indekos

Ada beberapa tips untuk berbisnis indekos saat ini, salah satunya memahami kondisi pasar. Biasanya, pangsa pasar indekos bakal laris kalau di daerah yang banyak pendatangnya seperti, mahasiswa atau pekerja.

Ketika membangun indekos, pemilik juga harus memiliki rencana pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan. Jangan sampai keinginan ekspansi terhambat karena tidak membuat rencana bangunan indekos untuk jangka panjang.

bisnis indekos

Kemudian, perkembangan strategi promosi lewat daring juga bisa lebih digalakkan. Apalagi, platform yang membantu pencarian indekos sudah mulai menjamur. Promosi daring bisa lebih murah dengan cakupan yang lebih luas.

Terakhir, jangan lupa mengurus izin bisnis indekos. Sejauh ini, ada beberapa perizinan yang harus diurus oleh juragan indekos.

Pertama, jika indekos di bawah 10 kamar, pemilik hanya perlu mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin Gangguan Hinder Ordonantie (HO).

Kedua, jika indekos lebih dari 10 kamar, pemilik harus mengurus IMB, Izin Pemanfaatan Tanah (IPT), dokumen lingkungan, site plan gambar dua dimensi rencana bangunan, serta izin operasional dari RT/RW setempat.

Tertarik jadi juragan indekos?

bisnis indekos

Tag : tips bisnis, Tempat Indekos
Editor : Surya Rianto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top