OPEN SOURCE Juga Bisa Dibisniskan

BISNIS.COM, JAKARTA—Meski kerap dikonotasikan dengan kata “gratis”, konsep open source bukannya tidak bisa dibisniskan. Salah satu model bisnis di bidang open source yang diprediksi bakal berkembang di Indonesia adalah jasa.
Sutarno | 24 April 2013 21:04 WIB

BISNIS.COM, JAKARTA—Meski kerap dikonotasikan dengan kata “gratis”, konsep open source bukannya tidak bisa dibisniskan. Salah satu model bisnis di bidang open source yang diprediksi bakal berkembang di Indonesia adalah jasa.

“Banyak sekali peluangnya. Tapi saya yakin yang akan berkembang pesat dua atau tiga tahun ke depan adalah jasa dukungan sistem open source,” ujar pendiri forum online Ubuntu Indonesia Gary Dean di Jakarta hari, Rabu (24/3/2013).

Dia menilai implementasi software open source di Indonesia semakin banyak dan berkembang termasuk di kalangan korporat. Menurutnya saat ini belum banyak perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan jasa dukungan pada implementasi open source di ranah perusahaan.

“Kalau pengguna open source biasa saat sistemnya ada masalah mereka cari di forum atau menunggu. Tapi kalau di perusahaan mereka tidak bisa menunggu, makanya butuh jasa pendukung,” kata pria yang belum lama menjadi Warga Negara Indonesia itu.

Meski begitu Gary menegaskan infrastruktur software open source dasar seperti sistem operasi dan aplikasi sebaiknya tetap disediakan gratis. Menurutnya semangat penting dalam konsep open source adalah kebebasan, di mana pengguna benar-benar memiliki sistemnya tanpa terkekang seperti di software proprietary.

Ketua Asosiasi Open Source Software Indonesia (AOSI) Betti Alisjahbana mengatakan saat ini banyak produk besar yang dibangun dari sistem open source. Dia mengatakan software kode terbuka tersebut telah menjadi pemicu inovasi di berbagai bidang seperti perangkat mobile dan cloud computing, serta model bisnis baru Software as a Service (SaaS).

Dia menyebutkan berdasar data lembaga riset IDC pada November 2012 lalu sebanyak 78,8% perangkat seluler dunia menggunakan sistem operasi open source. Adapun menurut data Open Source Business Conference 2012 lalu sebanyak 52% industri yang mampu berinvestasi di teknologi informasi sangat dipengaruhi software open source.

Open source memungkinkan inovasi melalui integrasi. Menurut data hal yang paling menarik dari open source adalah konsep kebebasan, biaya murah dan kualitas,” katanya.

 

Tag : open source
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top