Palmex Indonesia 2013, Tujuh Negara Pamerkan Mesin Canggih Pengolah CPO

Bisnis.com, MEDAN - Sebanyak 90 peserta dari tujuh negara memamerkan mesin berteknologi terkini bagi pengolahan minyak kelapa sawit dalam Palmex Indonesia 2013 di Medan.Pameran industri minyak sawit yang diklaim terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara
Sukirno | 02 Oktober 2013 18:55 WIB

Bisnis.com, MEDAN - Sebanyak 90 peserta dari tujuh negara memamerkan mesin berteknologi terkini bagi pengolahan minyak kelapa sawit dalam Palmex Indonesia 2013 di Medan.

Pameran industri minyak sawit yang diklaim terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara itu dibuka secara resmi pada hari ini, Rabu (2/10/2013) oleh Gubernur Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho.

Indonesia dan Asia Tenggara menjadi referensi teknlogi-teknologi terbaru bagi pelaku industri kelapa sawit.

Pameran business-to-business ini akan berlangsung selama tiga hari di Medan International Convention Center di Santika Premiere Dyandra Hotel and Convention, Medan pada 2 – 4 Oktober 2013.

Susan Tricia, Direktur Utama PT Fireworks Indonesia selaku penyelenggara Palmex Indonesia 2013, mengatakan pada tahun ini merupakan penyelenggaraan pameran Palmex Indonesia yang kelima kali.

"Pameran ini merupakan satu-satunya pameran industri kelapa sawit yang mengumpulkan industri hulu dan hilir serta industri pendukung lainnya secara bersamaan di ibu kota Sumatera Utara yaitu Medan, yang bertujuan untuk menampilkan perkembangan terbaru Industri kelapa sawit,” ujarnya, Rabu (2/10/2013).

Sumatra Utara sebagai pusat dari perkebunan, pabrik pengolahan, dan produsen kelapa sawit Indonesia adalah tempat yang paling tepat untuk Palmex Indonesia. Sebanyak 90 peserta pameran yang berasal dari lebih dari 7 negara di dunia menampilkan perkembangan terbaru teknologi dan peralatan kelapa sawit.

Para peserta pameran menghadirkan berbagai pilihan teknologi, produk serta solusi terbaru yang diperlukan untuk mengolah kelapa sawit. Berbagai teknologi yang meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja pabrik kelapa sawit dan juga untuk menambah produksi dalam waktu bersamaan serta ramah lingkungan.

"Salah satunya mesin Heavy Duty High Capacity EFB Press yang dipamerkan oleh YKL Engineering Group. Mesin ini mampu memeras biji sawit dengan maksimal sehingga tidak ada minyak yang tidak terperas," paparnya.

Dia menuturkan selain YKL Engineering Group, sederet perusahaan besar di industri minyak sawit di Indonesia maupun mancanegara hadir memamerkan produk dan teknologi mereka seperti Krisbow Indonesia, Direktorat Jenderal Agro dan Hasil Hutan Departemen Perindustrian, Pupuk Kujang, Jebsen and Jessen, Kimberly Clark.

Sedangkan beberapa brand yang akan diwakilkan antara lain: Brevini, Krisbow, LG Industrial System, Fuji Electric, Siemens, Grundfos, Renold, dll. Beberapa perusahaan besar yang menyatakan akan hadir antara lain Wilmar, Bakrie, PP London, Smart, musim mas, socfindo, pasifik palmindo lestari

Animo industri kelapa sawit terhadap pameran ini semakin meningkat dari tahun ke tahun. Semakin banyak perusahaan yang ingin berpartisipasi di pameran ini dan jumlah pengunjung pun terus meningkat setiap tahunnya.

Selain memamerkan produk dan teknologi terkini untuk industri kelapa sawit, Palmex Indonesia juga merupakan event yang tepat bagi para purchaser dan engineer untuk membeli atau mengganti mesin lama mereka dengan mesin baru, meng-update wawasan mereka akan teknologi terbaru yang mampu meningkatkan kinerja serta menjalin hubungan bisnis diantara sesama pelaku industri sawit. Beragam program yang bertujuan untuk mempertemukan pelaku industri kelapa sawit.

Salah satunya program penting bagi industri kelapa sawit adalah “Indonesia International Palm Oil Conference (IIPOC) 2013”, yang digelar bersamaan dengan pameran Palmex Indonesia 2013. Konferensi international untuk industri kelapa sawit ini menampilkan berbagai pembicara dari dalam dan luar negeri yang berkompeten dibidangnya.

Rosediana Suharto, Ketua Harian Komisi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) yang merupakan salah satu pembicara di IIPOC 2013, mengatakan industri kelapa sawit Indonesia memasuki babak baru dengan penerapan sertifikasi standarisasi ISPO.

ISPO dibentuk untuk menunjukkan standarisasi serta meningkatkan daya saing produk sawit Indonesia dari hulu hingga hilir. Setelah ISPO meluncurkan skema pada Maret 2011, komisi ISPO telah membuat lebih banyak mekanisme berbasis regulasi dan Tim Kerja Teknis ISPO telah selesai menjadikan ISPO sebagai salah satu sistem sertifikasi menyeluruh.

Sertifikasi ISPO menjadi tantangan bagi industri sawit nasional. ISPO merupakan kewajiban perusahaan atau plasma untuk menerapkan praktik-praktik pertanian yang baik dan berkelanjutan. Sertifikasi ISPO sekaligus menepis tudingan bahwa industri kelapa sawit Indonesia tidak ramah lingkungan.

Sebelum ada ISPO, Indonesia mengacu ke Rountable Sustainable Palm Oil (RSPO) sebagai standar sawit berkelanjutan. Hanya selama itu juga ternyata RSPO tidak memberikan sesuatu yang positif bagi kepentingan Indonesia.

“Saat ini ISPO telah memberikan sertifikasi kepada 19 perusahaan perkebunan dan menyetujui 9 lembaga sertifikasi. Ditargetkan hingga akhir tahun 2013 akan ada lebih dari 50 perusahaan telah disertifikasi,” jelasnya.

Tag : cpo, minyak sawit
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top