Hipmi Desak Kebijakan Ekspor Pro-UKM

Bisnis.com, JAKARTA—Kalangan pengusaha muda mendesak pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan ekspor yang mendukung kepentingan usaha kecil dan menengah.
Herdiyan | 02 Oktober 2013 18:20 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Kalangan pengusaha muda mendesak pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan ekspor yang mendukung kepentingan usaha kecil dan menengah.

Anggota Hipmi dari Kompartemen Hubungan Internasional Australia dan Selandia Baru Hardini Puspasari mengatakan sebagai sebuah organisasi yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan bagi kalangan muda, pihaknya memiliki visi menjadikan usaha kecil menengah (UKM) sebagai pilar utama dan lokomotif pembangunan ekonomi nasional.

Seperti kita ketahui, dalam kurun waktu 2011—2012 terjadi pertumbuhan UKM yang cukup menggembirakan dari 55.206.444 unit menjadi 56.534.592 unit.

“Pertumbuhan jumlah tersebut telah mampu mengembangkan kesempatan kerja dari 101.722.548 tenaga kerja pada 2011 menjadi 107.657.509 orang pada tahun lalu,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (2/10/2013).

Selain itu, UKM menyumbang memiliki kontribusi yang sangat signifikan terhadap bagi performa ekspor nasional hingga Rp187,4 triliun pada 2011. Sebagian besar kontribusi ekspor UKM adalah dari sektor kerajinan tangan sebesar 30%, fesyen dan aksesori 29%, serta furniture 27%.

Dia memberikan gambaran saat ini Indonesia masih banyak menghadapi kendala dalam mempromosikan produk ekspor UKM, baik masalah internal maupun eksternal .

Secara internal, kendala yang dihadapi oleh UKM dalam negeri adalah rendahnya komitmen untuk memenuhi pesanan konsumen, kurangnya manajemen yang diterapkan oleh UKM, khususnya dalam produksi, administrasi, dan aspek keuangan.

Sementara itu, permasalahan eksternal  yang dihadapi adalah ketidakstabilan pasokan dan harga bahan baku, persyaratan tinggi dari pembeli terhadap kualitas produk, kualitas lingkungan sosial, kualitas lingkungan kerja, persaingan harga, dan aspek ramah lingkungan.

Hipmi ikut serta dalam APEC Youth Summit 2013 yang digelar di Yogyakarta, 30 September—2 Oktober 2013.

Dalam kegiatan itu, Hipmi mengusung isu pengembangan UKM karena memiliki potensi besar untuk berkembang dan berperan positif terhadap penciptaan lapangan kerja.

APEC Youth Summit 2013 ini merupakan sarana peningkatan konektivitas pemuda di seluruh Asia Pasifik sekaligus sarana dialog untuk memberikan kontribusi dan solusi masalah-masalah regional dengan para pembuat kebijakan.

Pada akhir konferensi APEC Youth Summit 2013 ini akan menghasilkan rekomendasi kepada pembuat kebijakan APEC yang mewakili pandangan pemuda di semua negara anggota APEC.

Selanjutnya akan dikirimkan ke APEC Senior Officials Meeting (SOM) Chair 2013 dan APEC Executive Director untuk kemudian dilaporkan kepada menteri dan para pemimpin negara anggota APEC di menteri APEC Economic Leaders Meeting 2013 di Bali.

“Menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi pemuda memang tidaklah mudah. Hal ini menjadi masalah bersama yang harus di tangani oleh semua pihak,” tuturnya.

Bendahara Umum Hipmi Bayu Priawan Djokosoetono mengatakan jumlah UKM akan terus meningkat dan kuat, jika pemerintah membangun dan memfasilitasi kebijakan yang kondusif pro-UKM.

Terutama dengan kebijakan untuk mempercepat pengembangan UKM berbasis teknologi, sesuai dengan wacana global tentang pembangunan berkelanjutan yang komprehensif.  (ra)

 

Tag : ukm, hipmi
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top