Relatif Murah dan Berkualitas, Hotel Bintang 5 Masih Favorit Pelancong

Tingkat hunian kamar hotel berbintang di 23 provinsi di Indonesia rata-rata mencapai 54,23% pada Oktober, naik 0,12 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya 54,11%.
Dewi Andriani | 02 Desember 2013 15:52 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Tingkat hunian kamar hotel berbintang di 23 provinsi di Indonesia rata-rata mencapai 54,23% pada Oktober, naik 0,12 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya 54,11%.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Senin (2/12/2013), tingkat hunian hotel tertinggi terjadi di beberapa provinsi di kawasan timur Indonesia, antara lain Sulawesi Tengah 73,9%; disusul DI Yogyakarta 65,62 %, Sulawesi Utara 64,3%; dan Kalimantan Timur 61,33%.

Adapun tingkat penghunian kamar (TPK) atau okupansi hotel terendah terjadi di Kepulauan Bangka Belitung sebesar 40,36%.

Bila dilihat berdasarkan klasifikasi bintang, TPK sepanjang Oktober tetap didominasi oleh hotel bintang 5 yang mencapai 60,39%, sedangkan TPK terendah terjadi pada hotel bintang 1 yakni sebesar 44,85%.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Yanti Sukamdani mengatakan besarnya tingkat penghunian pada hotel bintang 5 di Indonesia sebab tarifnya tergolong lebih murah tetapi kualitasnya tidak kalah dibandingkan dengan hotel berbintang di luar negeri.

"Hotel bintang 5 di Indonesia memang masih menjadi favorit para wisman. Sebab, dengan tarif yang lebih murah mereka bisa mendapatkan kualitas terbaik hotel berbintang," ucapnya, Senin (2/12/2013).

Rata-rata para tamu tersebut menginap sekitar 2,71 hari di mana paling lama menginap di Bali yakni selama 3,22 hari, diikuti NTB 2,65 hari, dan Jambi dengan lama menginap 2,23 hari.

Tag : hotel
Editor :

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top