Aktivis Seluruh Dunia Turun ke Jalan Tolak KTM WTO di Bali

Aktivis dari seluruh dunia akan turun ke jalan untuk menolak Konferensi Tingkat Menteri World Trade Organization (KTM WTO) di Bali bersamaan dengan pembukaan acara itu besok, Selasa (3/12/2013).
Ema Sukarelawanto | 02 Desember 2013 18:04 WIB

Bisnis.com, DENPASAR—Aktivis Gerakan Rakyat Indonesia Melawan Neokolonialisme-Imperialisme (Gerak Lawan) dan Social Movements for an Alternative Asia (SMAA) akan turun ke jalan untuk menolak Konferensi Tingkat Menteri World Trade Organization (KTM WTO) di Bali bersamaan dengan pembukaan acara tersebut, Selasa (3/12/2013).

Ratusan aktivis yang datang dari berbagai penjuru dunia akan melakukan aksi di sekitar Lapangan Renon, Denpasar, mulai pukul 9.00-14.00 Wita.

Protes akan dilakukan oleh sekitar 1.000 petani, buruh, mahasiswa, perempuan dan kaum muda dari 30 negara. Mereka akan berunjuk rasa mengenai penolakan terhadap WTO dan rezim perdagangan bebas.

Ketua Umum Serikat Petani Indonesia Henry Saragih mengatakan Paket Bali adalah kesepakatan yang buruk bagi negara berkembang sehingga harus ditolak.

“Kita dipaksa menerima perjanjian yang mengikat di fasilitas perdagangan WTO, sementara subsidi tak diizinkan untuk petani kecil dan rakyat yang lapar. Peace clause di WTO merupakan usulan yang tak bisa diterima,” katanya, Senin (2/12/2013).

Henry mengatakan gerakan aktivis tersebut tidak mau terikut dalam negosiasi WTO, apakah peace clause berlaku untuk 4 tahun atau 10 tahun. Ia menegaskan WTO tidak melakukan apapun untuk petani, dalam jangka panjang perdagangan bebas berarti kematian untuk petani.

“Benar, petani di India juga tak akan pernah menerima kesepakatan macam itu,” kata Yudhvir Singh dari Bharatiya Kisan Union (BKU), serikat tani terbesar di India yang telah hadir beberapa hari di Bali.

Henry meyakinkan unjuk rasa akan berlangsung tertib dan damai. Para aktivis telah menyiapkan lagu, tarian dan pendekatan budaya untuk Bali damai, serta mengajak rakyat umum untuk bersolidaritas dan menolak konferensi WTO di Bali.

Sementara itu, Senin (2/12/2013) pagi, sejumlah elemen mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Nasional (FMN), melakukan aksi di depan Kantor Konsuler Agen Amerika Serikat, Denpasar. Puluhan mahasiswa membawa berbagai atribut spanduk bendera dan selebaran menolak KTM WTO.

"Pertemuan WTO merupakan skema politik imperislisme Amerika  yang hanya menyengsarakan rakyat di di dunia karena itu harus ditolak ," ujar Humas FMN Revan Larung. Ratusan polisi membuat barikade di selakang pagar berduri yang terletak di pintu masuk Kantor Konsuler Agen AS.

Tag : Sidang WTO, ktm wto
Editor :

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top