Tambang Freeport Longsor, Produksi Tetap Jalan

Kendati kecelakaan kembali terjadi di lokasi tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) dan menewaskan satu orang karyawan, perusahaan asal Amerika Serikat itu tetap beroperasi.
Inda Marlina | 02 Desember 2013 13:22 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kendati kecelakaan kembali terjadi di lokasi tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) dan menewaskan satu orang karyawan, perusahaan asal Amerika Serikat itu tetap beroperasi.

Berdasarkan siaran pers yang diterima Bisnis, longsor yang terjadi di Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua berada di area tambang bawah tanah Deep Ore Zone (DOZ).

“Bongkahan batu meluncur dari saluran curahan bijih (ore chute). Bongkahan tersebut menimpa kendaraan ringan yang dikendarai oleh dua orang karyawan perusahaan asal Amerika Serikat itu,” ujar VP Corporate Communications Freeport Daisy Primayantinya, Senin (2/12/2013).

Menurut dia, kecelakaan tersebut mengakibatkan salah seorang karyawan yang tertimpa meninggal dunia. Sementara itu, seorang lainnya masih dirawat di Rumah Sakit Tembagapura. Saat ini, masih dilakukan investigasi untuk menemukan penyebab kejadian tersebut.

Daisy mengatakan pihaknya tetap membuka tambang bawah tanah DOZ karena perusahaan tembaga tersebut hanya ditutup sementara setelah kejadian.

"Hari ini kegiatan operasional tambang sudah kembali dibuka setelah kemarin dihentikan sementara," ujarnya, Senin (2/12/2013).

Dengan adanya kejadian yang terjadi pada 1 Desember dini hari sekitar pukul 04.00, menambah daftar kecelakaan di kawasan Freeport  menjadi tiga kali dalam tahun ini.

Kecelakaan pertama terjadi di lokasi pelatihan bawah tanah Big Gossan pada 14 Mei 2013 yang memakan korban 28 jiwa. Insiden kedua juga berada di lokasi bawah tanah DOZ pada 31 Mei 2013 yang menyebabkan satu orang meninggal dalam kejadian tersebut.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top