Akuisisi Blok Migas, Pertamina Tambah 25.900 Barel Setara Minyak per Hari

PT Pertamina (Persero) memproyeksikan mendapat tambahan produksi hingga 25.900 barel minyak dan kondensat per hari dari sejumlah blok minyak dan gas bumi yang baru diakuisisinya.
Lili Sunardi | 02 Desember 2013 17:59 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - PT Pertamina (Persero) memproyeksikan mendapat tambahan produksi hingga 25.900 barel minyak dan kondensat per hari dari sejumlah blok minyak dan gas bumi yang baru diakuisisinya.

Ali Mundakir, Vice President Corporate Communication Pertamina, mengatakan setelah proses akuisisi Blok 405a di Aljazair, perseroan mendapat tambahan produksi 23.000 barel per hari. Kemudian tambahan 2.625 barel per hari dari Blok Pangkah, dan 275 barel per hari dari Blok Natuna Sea A.

“Tambahan produksi dari Blok 405a sudah dapat masuk, karena dihitung mundur sejak penandatanganan perjanjian jual beli pada 2012. dengan asumsi produksi rata-rata 23.000 barel per hari, maka tambahan produksi dari blok itu mencapai 8,39 juta barel selama setahun,” ujarnya, Senin (2/12).

Ali menuturkan produksi dari Blok Pangkah dan Natuna Sea A belum dapat dicatat sebagai produksi perseroan tahun ini, karena proses sales purchase agreement (SPA) belum selesai. Sementara itu, produksi migas dari West Qurna 1 di Irak tidak menjadi milik Pertamina, karena pihaknya hanya melakukan service contract di blok itu.

Dalam satu pekan terakhir, Pertamina mengumumkan akuisisi 4 blok migas di dalam dan luar negeri. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu menyelesaikan transaksi akuisisi Blok 405a di Aljazair, West Qurna 1 di Irak, Blok Pangkah dan Natuna Sea A di Indonesia.

Di Aljazair, Pertamina mengakuisisi Blok 405a yang dimiliki ConocoPhillips Algeria Limited dengan nilai transaksi US$1,75 miliar. Kemudian di Irak, perseroan menuntaskan transaksi akuisisi 10% saham Blok West Qurna I milik ExxonMobil Iraq Limited.

Kemudian, PT Pertamina dan perusahaan migas asal Thailand PTTEP sepakat mengakuisisi blok produksi yang dimiliki perusahaan asal Amerika Serikat, Hess Corporation di Indonesia dengan nilai transaksi US$1,3 miliar.

Tag : akuisisi blok, pt pertamina
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top