Produsen Baja Tunggu Janji Insentif Pemerintah

PT Resteel Industry Indonesia menunggu janji insentif dari pemerintah guna memudahkan aktivitas bisnisnya.\n\n
David Eka Issetiabudi | 02 Juni 2014 10:26 WIB
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — PT Resteel Industry Indonesia menunggu janji insentif dari pemerintah guna memudahkan aktivitas bisnisnya.

Perusahaan patungan antara PT Haixin Iron and Steel Group dan PT Trinusa Group ini meminta insentif berupa tax holiday dan pembebasan bea masuk mesin, setelah mereka membangun smelternya  di Indonesia.

Perusahaan yang akan memproduksi Low Carbon Nickel Titanium dan baja khusus ini telah meresmikan pembangunan pabriknya di Batam dan siap berproduksi awal tahun depan.

Acmad Fadillah, Komisaris Utama PT Trinusa Group, mengatakan investasi perusahaan asal China ke Indonesia merupakan bukti nyata bahwa negara ini memang menjadi incaran utama investasi industri mineral.

“Investasi sebesar US$500 juta merupakan bentuk keseriusan kami untuk ikut meramaikan industri mineral nasional. Kami mengikuti aturan dan undang-undang, semoga kami diberikan insentif yang menguntungkan,” tuturnya akhir pekan lalu.

Dirinya mengatakan produksi pabriknya yang menggunakan mesin berteknologi terbaru akan mencapai 1 juta matrik ton per tahun, jika 10 mesinnya telah beroperasi. Untuk awal produksi, pihaknya menyatakan masih akan menjalankan 1 mesin terlebih dahulu.

“Maka dari itu, kami meminta bea masuk mesin tolong dihilangkan,” katanya.

Pada saat yang sama, Direktur Teknik PT Resteel Industry Indonesia Shelby Ihsan Saleh mengatakan nilai produksi jenis baja ini bernilai 5 kali lebih besar dari harga baja kasar atau berkisar US$3000 per tonnya.

Bahan baku yang terdiri dari biji besi, nikel, biji besi ini nantinya akan lebih cepat diolah dan memangkas beberapa tahapan seperti yang dilalui dalam produksi baja kasar.

“Nilainya tinggi, jelas ini juga menguntungkan bagi pemerintah. Walaupun produksinya tidak terlalu besar akan tetapi nilainya tinggi” tuturnya pada Bisnis.com, Senin (2/6/2014).

Melihat beberapa keunggulan yang dimiliki pabriknya, dirinya meminta dukungan penuh dari pemerintah guna memaksimalkan produksinya. 

 

Tag : industri baja, baja
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top