Pertamina EP Gandeng Wijaya Karya Bangun Fasilitas Produksi Gas Matindok

PT Pertamina EP menggandeng PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. untuk membangun fasilitas produksi gas Matindok melalui penandatanganan kontrak pembangunan (engineering, procurement and construction/EPC).
Lukas Hendra TM | 02 Juni 2014 12:10 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – PT Pertamina EP menggandeng PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. untuk membangun fasilitas produksi gas Matindok melalui penandatanganan kontrak pembangunan (engineering, procurement and construction/EPC).

Pembangunan fasilitas produksi gas Matindok tersebut akan dilakukan oleh konsorsium Wijaya Karya dan PT Techniq Indonesia dengan nilai kontrak US$234 juta. Konsorsium tersebut memiliki waktu 24 bulan untuk menyelesaikan proyek tersebut.

Penandatanganan kontrak EPC tersebut dilakukan oleh President Direktur Pertamina EP Adriansyah dan Presiden Direktur Wijaya Karya Bintang Perbowo di ruang Rapat Utama Kantor Pusat Pertamina lantai 12.

Menurut Adriansyah, penandatanganan ini terlambat sekitar satu setengah bulan dari rencana awal, mengingat alotnya diskusi dalam menegosiasikan proyek tersebut. Namun, lanjutnya, kesulitan bernegosisasi dalam perkerjaan yang memiliki skala besar merupakan hal yang biasa.

"Project ini sangat tergantung sekali terhadap timing penyelesaian pekerjaan dari ketiga project up stream yang ada, sehingga apabila salah satu terlambat akan mempengaruhi performance dari keseluruhan projectnya,” ujarnya seperti dikutip dari situs resmi Pertamina EP, Senin (2/6/2014).

Sementara itu, Bintang mengungkapkan proyek Matindok merupakan kerja sama pertama dengan Pertamina EP dalam membangun fasilitas produksi gas Matindok.

"Kami dengan tim yang ada akan berusaha dengan sebaik-baiknya, untuk tidak terlambat dengan kualitas sesuai pada spek kontrak. Karena kami baru pertama kali ini masuk di gas processing, sehingga kami mohon apabila terdapat hal yang salah atau telat dan lain hal, sebaiknya segera kami diberikan masukan. Saya berharap hasilnya baik sesuai yang diharapkan sehingga kerja sama ini akan terus berlanjut dengan baik", ungkapnya.

Di sisi lain, General Manager Proyek Pengembangan Gas Matindok (PPGM) Medianto B. Satyawan mengungkapkan proyek yang akan dibangun di Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah ini memiliki target produksi yaitu 55 MMCFD dan diharapkan dapat on stream pada akhir Maret 2016.

“Sampai saat ini, pembangunan kilang gas matindok sudah pada tahapan persiapan dan penyiapan lahan. Dalam waktu dekat akan segera melakukan Purchase Order terhadap equipment long lip item yang merupakan criticaldari project ini,” ujarnya.

Medianto berharap EPC Matindok ini memiliki kualitas yang jauh lebih baik dan cepat dari EPC Donggi yang sebelumnya telah dikerjakan.             

Tag : gas, pertamina ep
Editor : Nurbaiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top