Pohon Aren Untuk Atasi Krisis Energi

Pengembangan energi terbarukan etanol yang diekstrak dari pohon aren diklaim dapat menggantikan bahan bakar minyak (BBM) seiring dengan cadangan minyak yang diprediksi akan habis sebelas tahun lagi.
Fauzul Muna | 02 Juni 2014 20:56 WIB
Petai aren - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA — Pengembangan energi terbarukan etanol yang diekstrak dari pohon aren diklaim dapat menggantikan bahan bakar minyak (BBM) seiring dengan cadangan minyak yang diprediksi akan habis sebelas tahun lagi.

Ide itu disampaikan oleh Willie Smits, seorang ahli kehutanan dan ahli mikrobiologi dari Belanda dalam acara Sarasehan Energi Bertajuk Kedaulatan Energi Syarat Mutlak Ketahanan Bangsa: Solusi Efektif Krisis Energi Indonesia.

Dia menyebutkan sebanyak 70 pohon aren di lahan satu hektar dalam tahap produksi penetesan menghasilkan rata-rata 13 liter dengan konsentrasi gula 11%. Jika dikalikan 365 hari dalam setahun, pohon-pohon tersebut menghasilkan 36,5 ton gula.

“Apabila dikonversikan menjadi etanol, volume bio-etanol yang dihasilkan berjumlah 24.000 liter bahan bakar tiap hertar per tahun,” katanya, Senin (2/6/2014).

Menurutnya, angka tersebut setara dengan 82 barel per hari. Artinya, sebagai pengganti BBM yang penggunaannya mencapai 1,4 juta barel per hari maka Indonesia memerlukan 6.2 juta hektar lahan hutan aren campuran.

“Etanol dari pohon aren bisa menekan angka impor BBM Indonesia,” ujarnya.

Smits mengaku telah mengembangkan pabrik gula aren kristal pertama di Sulawesi Utara. Pabrik ini terbukti efektif memperoduksi gula aren yang mahal serta bioenergi. “Tak hanya itu, juga menyerap tenaga kerja yang tinggi.”

Tag : energi terbarukan
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top