PLTGU Tambak Lorok Kembali Beroperasi

Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok direncanakan akan kembali beroperasi setelah mendapatkan kepastian pasokan gas dari Lapangan Gundih-Pertamina EP sebanyak 30 miliar british thermal unit per hari (BBTUD).
Fauzul Muna | 02 Juni 2014 20:43 WIB
Ilustrasi pembangkit listrik. PLTGU Tambak Lorok Kembali Beroperasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA—Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok direncanakan akan kembali beroperasi setelah mendapatkan kepastian pasokan gas dari Lapangan Gundih-Pertamina EP sebanyak 30 miliar british thermal unit per hari (BBTUD).

Berdasarkan catatan Bisnis, PLTGU Tambak Lorok terpaksa dimatikan sejak Oktober 2012 lalu oleh Dahlan Iskan yang saat itu menjadi Direktur PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Pembangkit listrik tersebut dihentikan operasinya demi target penghematan bahan bakar minyak (BBM) sebesar satu juta kiloliter pada 2011.

Kepala Divisi Gas dan BBM PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) Suryadi Mardjoeki mengatakan PLTGU berkapasitas 1.033 MW tersebut commissioning dengan menggunakan gas pada 12 Mei 2014. Sementara pasokan gas akan masuk secara bertahap mulai pertengahan Juni.

“Pasokan gas dari Lapangan Gundih untuk awal akan masuk secara bertahap mulai pertengahan Juni secara bertahap 10 BBTUD, selanjutnya naik menjadi 20 BBTUD dan 30 BBTUD,” katanya, Senin (2/5/2014).

Pasokan gas akan dialirkan melalui pipa sepanjang 120 kilometer dari Lapangan Gundih-Pertamina EP. Menurutnya, pipa tersebut telah siap digunakan sejak dua tahun lalu dan bisa mengalirkan gas sejak Juli 2013.

PLTGU Tambak Lorok memiliki dua blok, masing-masing blok terdiri dari gas turbin 2x100 Megawatt (MW) dan steam turbine 1x185 MW. Dengan beroperasinya PLTGU Tambak Lorok ini pasokan sistem Jawa Bali akan bertambah 465 MW dan penghematan sebesar Rp292 milyar per tahun.

Tag : PLTGU Tambak Lorok
Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top