KECELAKAAN FREEPORT : ESDM Umumkan Hasil Investigasi Pekan Depan

Direktur Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Bambang Susigit mengatakan inspektur tambang yang telah dikirim pemerintah sudah memiliki hasil investigasi atas kecelakaan di areal tambang beberapa waktu lalu.
M. Taufiqur Rahman | 02 Oktober 2014 16:01 WIB
Kegiatan penambangan Freeport di Papua - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menyatakan tim investigasi yang dikirim untuk menyelidiki kecelakaan tambang yang terjadi di tambang terbuka milik PT Freeport Indonesia telah menyelesaikan investigasinya. Kementerian itu berjanji hasil investigasi ini akan diumumkan pada minggu depan.

Direktur Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Bambang Susigit mengatakan inspektur tambang yang telah dikirim pemerintah sudah memiliki hasil investigasi atas kecelakaan di areal tambang beberapa waktu lalu.

“Jumat besok [3/10] tim investigasi yang di pimpin inspektur tambang kembali dari Papua sehingga Senin [6/10] atau Selasa [7/10] depan dapat kami umumkan,” katanya, Kamis (2/10/2014).

Bambang menuturkan pihaknya belum dapat memberikan sanksi administrasi atau sanksi lainnya kepada perusahaan itu lantaran harus menunggu hasil investigasi dari tim yang dikirim tersebut.

Menurutnya, investigasi bukanlah suatu cara untuk mencari kesalahan perusahaan, melainkan lebih ditekankan pada mencari penyebab insiden tersebut agar tidak terulang kembali dikemudian hari.

Dia mengungkapkan ada dua hal yang diinvestigasi yaitu sistem manajerial dan sistem operasional pertambangan yang berlaku di wilayah tersebut. Bambang menjelaskan sistem manajerial berarti ada pertanggung jawaban dari seorang atasan atau kepala teknik, sementara sistem operasional menyangkut sistem keamanan tambang yang berlaku di tempat itu.

“Artinya kami akan melihat sisi mana yang perlu diperbaiki, apakah sisi manajerial ataukah sisi operasional ," pungkasnya.

Sebagai catatan, kecelakaan tambang yang baru-baru ini terjadi telah merenggut 4 nyawa pekerja tambang PT Freeport Indonesia. Kronologis kejadian itu terjadi pada 27 September 2014 sekitar pukul 07.22 WIT. Kendaraan operasi bermuatan 9 orang yaitu satu pengemudi dan 8 penumpang hendak menuju tambang quari atau tambang batu.

Setibanya di persimpangan jalan mobil operasional itu berhenti di lajur yang sesuai standar keamanan. Peraturan keamanan tambang menyebutkan kendaraan kecil harus mendahulukan kendaraan besar (haul truck) apabila berpapasan. Haul truk itu datang dari lajur kiri dan hendak memutar arah. Akan tetapi ban depan truk melindas mobil kecil.

Akibat kejadian itu, empat orang penumpang di mobil kecil tersebut tewas seketika sementara lima orang lainnya harus dirawat intensif di rumah sakit setempat.

 

Tag : Freeport
Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top