Pelindo III Incar Pinjaman Rp15 Triliun

Untuk mendanai ekspansi hingga 2020, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) mencari pinjaman hingga Rp15 triliun yang berdenominasi rupiah maupun valuta asing.
Sukirno | 02 Oktober 2014 20:15 WIB

Bisnis.com, SURABAYA--Untuk mendanai ekspansi hingga 2020, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) mencari pinjaman hingga Rp15 triliun yang berdenominasi rupiah maupun valuta asing.

Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto mengatakan perseroan membutuhkan dana Rp20 triliun untuk mendanai rencana ekspansi pelabuhan pelat merah itu hingga 5 tahun ke depan.

Perseroan berencana untuk meningkatkan aset menjadi Rp30 triliun dari saat ini sebesar Rp10 triliun. Dari target senilai Rp20 triliun tersebut, sebanyak Rp5 triliun-Rp7 triliun dapat diperoleh dari kas internal.

"Sisanya sekitar Rp13 triliun sampai Rp17 triliun dari pasar. Bisa pinjaman rupiah maupun valas, bisa obligasi lagi," ungkapnya saat ditemui di Tanjung Perak Surabaya, Kamis (2/10/2014).

Dana tersebut rencananya akan digunakan untuk memperbaiki seluruh fasilitas di 43 pelabuhan yang dikelola oleh Pelindo III. Sejumlah pelabuhan penumpang direncanakan akan ditingkatkan kapasitasnya dari saat ini.

Pelindo III, sambungnya, baru saja menerbitkan global bond senilai US$500 juta dengan tenor 10 tahun. Global bond tersebut memiliki tingkat bunga 4,895% per tahun.

Surat utang tersebut telah dicatatkan di pasar surat utang Singapura, Kamis (2/10). Obligasi yang akan jatuh tempo pada 2024 tersebut diterbitkan dalam denominasi US$200.000 dan kelipatan US$1.000 setiap kelebihannya.

Keterbukaan informasi di bursa Singapura menyatakan notes akan diperdagangkan dalam minimum ukuran lot senilai US$200.000.

Australia and New Zealand Banking Group Limited, Credit Suisse (Singapore) Limited, Standard Chartered Bank, Mitsubishi UFJ Securities International plc., dan PT BNI Securities bertindak sebagai lead managers dan bookrunners.

Tiga lembaga pemeringkat internasional Standard & Poor, Moody's, dan Fitch memberikan peringkat untuk PT Pelabuhan Indonesia III dengan outlook stabil.

S&P memberikan peringkat BB+ untuk kredit korporasi jangka panjang dan axBBB+ untuk peringkat jangka panjang skala regional Asean bagi Pelindo III. S&P memberikan outlook perusahaan dengan kategori stabil.

Rencananya, perseroan akan menggunakan perolehan dana tersebut akan digunakan untuk melunasi utang atau refinancing sebesar US$325 juta. Sisanya sebanyak US$175 juta akan digunakan untuk investasi perseroan berikutnya, termasuk pengembangan Pelabuhan Teluk Lamong.

Dia menyebutkan, dalam 3 tahun ini, perseroan menyiapkan investasi sebesar Rp4 triliun untuk pendanaan ekspansi. Dana tersebut diperoleh dari kas internal dan pinjaman asing.

"Misalnya untuk Teluk Lamong saja kami habiskan sekitar Rp4 triliun untuk 3 tahun dari dana sendiri dan asing. Sambil berjalan, kami lakukan global bond," tuturnya.

Sementara itu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan meresmikan pengoperasian terminal penumpang Gapura Surya Nusantara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya yang dikelola oleh Pelindo III kemarin.

Terminal yang dibangun dari dana internal sebesar Rp160 miliar itu memiliki kapasitas 4.000 penumpang. Terminal itu menjadi terminal pertama yang memiliki 2 unit garbarata layaknya bandar udara.

Tercatat hingga paruh pertama tahun ini, sebanyak 286.078 orang naik dan turun melewati terminal penumpang Pelabuhan Tanjung Perak. Jumlah tersebut meningkat 17% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

 
Tag : pelindo iii
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top