Tak Ada Pasok Gas, Listrik Sumsel Masih Kritis

Kelistrikan di Sumatra Selatan masih dalam kondisi yang riskan atau kritis dalam jika pasokan gas untuk pembangkit listrik belum dapat dipenuhi dalam jangka pendek.
Dinda Wulandari | 02 November 2014 19:00 WIB
Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan meminta PLN memerhatikan keandalan listrik di provinsi itu. - Bisnis.com

Bisnis.com, PALEMBANG - Kelistrikan di Sumatra Selatan masih dalam kondisi yang riskan atau kritis dalam jika pasokan gas untuk pembangkit listrik belum dapat dipenuhi dalam jangka pendek.

General Manager PLN Wilayah Sumsel, Jambi dan Bengkulu. (WS2JB) Paranai Suharpan mengatakan potensi pemadaman listrik tetap ada karena harus ada tambahan pasokan gas untuk menutupi defisit di PLTG Sematang Borang yang mengalami gangguan.

"Walaupun malam ini bisa tidak padam tetapi potensi pemadaman tetap ada karena  cadangannya belum ada, artinya kalau ada kerusakan bisa saja padam," katanya, Minggu (2/11/2014).

Dia mengatakan untuk menutupi defisit sekitar 100 Megawatt (MW) akibat terganggunya PLTG Sematang Borang itu, butuh pasokan gas sebanyak 24 BBTU. Sementara, Medco, selaku pemasok gas hanya menyuplai sekitar 17,2 BBTU.

Paranai mengatakan pihaknya bersama Pemprov Sumsel berharap Medco bisa memasok kekurangan gas itu untuk membuat kelistrikan di Sumsel dalam kondisi aman.

Sekedar diketahui, pemadaman listrik berturut--turut di Kota Palembang hingga Lampung telah terjadi sejak tiga hari yang lalu. Pemadaman yang dilakukan itu dalam jangka waktu yang lama di mana bisa mencapai 8 jam -- 10 jam per hari.

Salah satu imbas dari pemadaman itu terganggunya operasional Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi untuk mengalirkan air ke 24.000 pelanggan di Kota Palembang.

Paranai mengemukakan pemadaman tersebut terpaksa dilakukan pihaknya karena selain terjadi gangguan di PLTG Sematang Borang, yang merupakan salah satu pembangkit terbesar di Sumsel, juga disebabkan adanya gangguan di jalur transmisi.

"Pada saat itu jalur transmisi antara Lahat dengan Bukit Asam [Tanjung Enim] terganggu sehingga sistem kami tidak stabil dan menyebabkan black out," ujarnya.

Perbanyak Pembangkit PLN WS2JB menyatakan untuk mencegah kondisi pemadaman hingga black out berulang maka perlu banyak pembangunan pembangkit baru.

"Langkah jangka panjangnya ya harus perbanyak pembangkit karena kalau sedikit akan susah mengatasi masalah gangguan seperti sekarang," ujarnya.

Berdasarkan catatan pihaknya akan ada sekitar dua sampai tiga pembangkit baru berkapasitas total hingga 500 MW yang akan segera terealisasi. Salah satunya adalah PLTU Banjar Sari, PLTU Keramasan dan PLTU Sumsel 5.

Sementara itu Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan meminta PLN memerhatikan keandalan listrik di provinsi itu. "PLN seharusnya punya cadangan untuk mengantisipasi kondisi gangguan seperti sekarang karena sistem kelistrikan di Sumatra ini ternyata rawan, kalau ada trouble sedikit rusak semuanya" katanya.

Gubernur juga memberi instruksi kepada kepala daerah untuk memelihara saluran udara tegangan menengah tinggi dengan menggunakan peralatan mobil tangga.

Tag : listrik
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top