TOL MANADO-BITUNG: Pinjaman China Belum Cair, Konstruksi Tetap Dilakukan

Pemerintah telah memulai proses konstruksi pada proyek pembangunan jalan tol Manado-Bitung sepanjang 39 km. Meskipun pemerintah belum menerima dana pinjaman (loan) dari China sebesar US$80 juta.
Fitri Rachmawati | 02 November 2014 19:00 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah telah memulai proses konstruksi pada proyek pembangunan jalan tol Manado-Bitung sepanjang 39 km. Meskipun pemerintah belum menerima dana pinjaman (loan) dari China sebesar US$80 juta.

Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I, Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo, Ditjen Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Pu-Pera) John Damanik menyatakan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu kepastian dari Pemerintah China mengenai pinjaman untuk investasi pembangunan tol Manado-Bitung.

"Saat ini kami tengah melakukan negosiasi dengan Pemerintah China terkait pinjaman untuk investasi pembangunan tol (Manado-Bitung)," kata John akhir pekan lalu.

Meskipun, dana pinjaman dari China belum cair. Namun, dia menegaskan bahwa saat ini pihaknya sudah mulai melakukan pengerjaan dengan menggunakan dana yang berasal dari APBN sebesar Rp44 miliar.

"Dana dari APBN itu akan digunakan untuk konstruksi jalan sepanjang 600 meter," ujarnya.

Adapun, proses konstruksi pada jalan sepanjang 600 meter tersebut ditargetkan bisa rampung pada akhir tahun depan. Dia menjelaskan, proses konstruksi langsung dilakukan begitu pemerintah daerah setempat telah membebaskan lahan.

Direktur Jenderal Bina Marga, Kementerian Pu-Pera, Djoko Murjanto menjelaskan bagian jalan yang pengerjaannya akan dilakukan oleh pemerintah adalah seksi I Manado-Airmadidi sepanjang 12,5 kilometer.

Menurutnya, Seksi I Manado-Airmadidi sudah bisa memasuki tahapan konstruksi, karena progres pengadaan lahannya telah mencapai 90%, yang artinya proses konstruksi sudah dapat dilaksanakan.

Dia menjelaskan, Kementerian PU-Pera berkomitmen untuk memberikan dukungan pemerintah berupa Viability Gap Funding (VGF), agar jalan tersebut menjadi layak secara ekonomi. Adapun, dukungan dari pemerintah diberikan dalam bentuk konstruksi dengan pinjaman dari China senilai US$80 juta.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian Pu-Pera, Achmad Gani Ghazaly mengatakan pihaknya menargetkan proses lelang investor untuk pengerjaan seksi II Airmadidi-Bitung sepanjang 25,5 kilometer akan dilaksanakan pada tahun 2015.

"Manado-Bitung menjadi salah satu ruas dari empat ruas tol yang siap dilelang kepada investor pada tahun depan," ujarnya.

Gani mengatakan, proses lelang investor untuk seksi II baru bisa dilaksanakan tahun depan karena progres pembebasan lahannya masih relatif kecil. Proses lelang, sambungnya, baru bisa dilaksanakan kalau progres tanahnya sudah mencapai 75%.

"Kalau pembebasannya (lahan) cepat, maka proses lelangnya juga bisa dipercepat," ucapnya.

Jalan tol Manado-Bitung ini merupakan satu-satunya jalur penghubung antara dua wilayah yaitu Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung.

Profil Tol Manado-Bitung:
Panjang : 39 km
Jumlah Seksi: 2
Groundbreaking: Oktober 2014
Biaya Investasi : Rp4,163 triliun
Dukungan Pemerintah : US$80 juta

Tag : tol manado-bitung
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top