Sidat, Ikan Mahal yang Hidup di Sawah

Namun, berbeda halnya dengan ikan Sidat yang berada di Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, ikan ini hidup di sawah.nn
Muhammad Abdi Amna | 02 November 2014 01:27 WIB

Bisnis.com, SUKABUMI—Ikan Sidat yang  menyerupai ular tetapi licin seperti belut selayaknya hidup di laut.

Namun, berbeda halnya dengan ikan Sidat yang berada di Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, ikan ini hidup di sawah.

Lokasi persawahan yang tidak terlalu jauh dari pantai Ujung Genteng, memungkinkan ikan dengan nilai ekonomis tinggi ini naik kepermukaan dan hidup di sawah layaknya belut.

Ruswandi ketua kelompok kontak tani nelayan andalan Desa Pangumbahan mengatakan saat ini harga ikan Sidat dibanderol Rp150.000/kg.

Menurutnya, jika populasi sidat tengah sedikit di areal persawahan maka harga bisa mencapai Rp400.000/kg.

“Ikan Sidat sulit dibudidayakan. Induk Sidat bertelur 300 meter di bawah permukaan laut. Namun, ketika menetas, anak Sidat banyak yang masuk ke air payau kemudian ke sungai sehingga dapat beradaptasi di sawah,” tuturnya di Sukabumi, Sabtu (1/11/2014).

Ikan ini, lanjutnya, merupakan komoditas ekspor produk perikanan yang sangat diminati oleh Jepang. Sejumlah pengepul menurutnya menampung ikan Sidat tangkapan petani di sawah kemudian dibesarkan hingga sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan importir asal Jepang.

Ruswandi mengatakan jika populasi Sidat tengah banyak di persawahan, maka, dalam satu pekan pihaknya dapat menjual hingga 20kg. Melihat nilai ekonominya yang sangat tinggi, ujarnya, saat ini para petani mulai serius membudidayakan Ikan Sidat.

Tag : ikan, perikanan budidaya
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top