Produk TPT Indonesia Jajal Pasar Afrika

Negara-negara Afrika akan menjadi sasaran baru ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia, sebagai timbal balik upaya RI mendapatkan bahan baku kapas berkualitas dari kawasan tersebut.
Wike Dita Herlinda | 02 Desember 2014 13:40 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Negara-negara Afrika akan menjadi sasaran baru ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) Indonesia, sebagai timbal balik upaya RI mendapatkan bahan baku kapas berkualitas dari kawasan tersebut.

Kerja sama akan dilakukan dengan Burkina Faso, Mali, Togo, Chad, Senegal, dan Kamerun yang masing-masing telah mengirimkan delegasi bisnisnya ke Tanah Air pada 28 November-2 Desember.

Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan Dody Edward menjelaskan kerja sama tersebut terjalin melalui forum Trade Seminar on West and Central African Cotton with Indonesian Spinners.

“Kerja sama Selatan-Selatan memberi dorongan pada kita untuk menjalin kerja sama perdagangan lebih erat dengan Afrika. Saya berharap asosiasi pertekstilan Indonesia dapat masuk ke pasar Afrika dan mereka bisa berinvestasi di sini,” katanya, Selasa (2/12/2014). 

Menurutnya, bisnis TPT prospektif digarap dengan Afrika Barat dan Tengah mengingat pertumbuhan ekspornya yang mencapai 37% per tahun dengan total penjualan senilai US$12,68 miliar dalam 5 tahun terakhir.

Pada saat bersamaan, lanjutnya, International Trade Centre (ITC) tengah mengucurkan fasilitasi pengembangan sektor kapas di beberapa negara Afrika.

Dengan demikian, kapas Afrika diharapkan dapat menjadi sumber bahan baku alternatif bagi industri tekstil RI.

Selain itu, untuk mempercepat kerja sama, perusahaan kapas Afrika diminta menanamkan modal dan mendirikan gudang kapas di Indonesia. Sayangnya, Dody tidak menyebut berapa besaran investasi yang bakal dikucurkan negara-negara Afrika itu.

Menurutnya, hal tersebut dapat mengurangi risiko ketidakpastian jumlah pasokan dan harga kapas yang umumnya dipengaruhi dinamika di pasar global.

“Gudang kapas tersebut nantinya juga dapat memberi manfaat ekonomi dan efisiensi bagi Afrika untuk memenuhi permintaan kapas dari AEAN, khususnya saat era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015.” 

Bagi Indonesia sendiri, lanjutnya, pembangunan gudang kapas diharapkan tidak hanya dapat meningkatkan nilai perdagangan, tetapi juga kesejahteraan hidup masyarakat di sektor kapas dan industri kapas yang bersifat padat karya.

BELUM TERGARAP

Berdasarkan data Kemendag, kawasan Afrika sampai saat ini belum termasuk ke dalam 30 besar negara tujuan ekspor TPT Indonesia. Pasar negara-negara Afrika justru diisi oleh produk tekstil dari China, India, Turki, Italia, dan Prancis.

Padahal, menurut laporan Ditjen PEN Kemendag, Indonesia merupakan negara eksportir TPT terbesar ke-16 dunia. Namun, RI lebih terkenal sebagai negara pengimpor kapas terbesar ketiga di dunia, setelah Tiongkok dan Turki.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajad berharap kerja sama dengan Afrika dapat mengurangi ketergantungan RI terhadap pasokan kapas dari negara-negara tradisional seperti Amerika Serikat, Brasil, India, dan Australia. 

Menurutnya, ketersediaan bahan baku kapas dari beberapa sumber akan membantu kontinuitas produksi industri TPT nasional dan daya saing produk ekspor TPT Indonesia di pasar global.

Tag : tekstil, industri tpt
Editor : Dewi Andriani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top