Singapura Minati Telur Asin Karawang

Singapura meminati produk telur asin asal Karawang, Jawa Barat, produksi UD Surya Abadi dan telah dua kali mengimpor hampir 68.000 butir sejak 2012.
Martin Sihombing | 02 Desember 2014 17:49 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Singapura meminati produk telur asin asal Karawang, Jawa Barat, produksi UD Surya Abadi dan telah dua kali mengimpor hampir 68.000 butir sejak 2012 lalu.

"Pengiriman pertama sebanyak 60.000 butir telur asin pada November 2012. Lalu, pengiriman kedua kami lakukan November 2014 sebanyak 8.000 butir. Selanjutnya, pada Januari 2015 akan kami kirim 32.000 butir khusus untuk ke Singapura," kata pemilik usaha Rully Lesmana di Jakarta, Selasa (2/12/2014).

Rully menceritakan, pihak Singapura sebenarnya meminta satu kontainer (sekitar 90.000 butir) telur asin mentah. Namun, karena masih terhambat dalam produksi yang hanya memanfaatkan lahan peternakan seluas 1 hektare, ia hanya menyanggupi permintaan sebanyak 32.000 butir.

"Saya punya mitra peternak di Karawang, luas lahannya sekitar 1 hektare dengan produksi telur asin sekitar 20.000 butir," katanya.

Lebih lanjut, dikatakannya, pasar Singapura menggemari produk telur asin buatan Indonesia karena dinilai lebih enak dan lebih kuat aromanya ketimbang produk serupa asal Vietnam.

Menurut Rully, demi menjaga kualitas rasa, pihaknya memang sudah mengatur pola peternakan hingga memastikan proses pengolahan terbaik.

"Airnya, garamnya, bahkan abunya kami gunakan yang benar-benar sesuai standar internasional. Tapi kami usahakan semuanya 100 persen Indonesia, bahkan hingga pakan bebeknya," ujarnya.

Namun, bukan berarti jalan Rully mulus. Sebagai pemain baru, ia harus pintar-pintar menyusun strategi pemasaran agar bisa dilirik importir. Salah satu cara yang ia lakukan adalah dengan mematok harga jual di bawah harga pasaran internasional.

"Pasaran harga telur asin di pasar internasional adalah Rp2.400. Karena saya masih anak baru, kami pasang harga di bawah itu. nanti setelah ada nilai jual, baru nanti naikkan harga," katanya.

Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Kementerian Pertanian Yusni Emilia Harahap mengapresiasi berhasilnya produk unggas menembus pasar ekspor.

"Kalau satu sudah masuk, nanti pasti akan banyak yang menyusul. Dalam waktu dekat pula, harapannya produk unggas olahan kita juga bisa menembus Jepang karena sudah ada kesepakatan pasar terbuka. Ini hal yang bagus karena menggambarkan bahwa kita bisa bersaing," katanya.

Singapura adalah pasar kedua terbesar untuk produk telur asin setelah Hong Kong di kawasan Asia.

Sumber : Antara

Tag : telur
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top