Perjanjian Jual Beli Gas NSO ke Pipa Arun-Belawan Segera Diteken

PT Pertamina Gas (Pertagas) akhirnya akan melakukan uji coba pengaliran pipa gas Arun-Belawan pada 10 Desember 2014 setelah melakukan pembahasan dengan ExxonMobil Indonesia dan SKK Migas.
Lukas Hendra TM | 02 Desember 2014 03:31 WIB

Bisnis.com JAKARTA – PT Pertamina Gas (Pertagas) akhirnya akan melakukan uji coba pengaliran pipa gas Arun-Belawan pada 10 Desember 2014 setelah melakukan pembahasan dengan ExxonMobil Indonesia dan SKK Migas.

Direktur Utama Pertagas Hendra Jaya mengatakan pihaknya telah memperoleh kesepakatan alokasi gas setelah pihaknya melakukan pembahasan dengan ExxonMobil dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

“Pipa Arun-Belawan akan segera commissioning [uji coba] pada 10 Desember 2014,” katanya, Senin (1/12/2014).

Dia mengungkapkan untuk melakukan commissioning pipa Arun-Belawan maka aliran gas pada pipa harus terisi penuh atau sekitar 180 juta kaki kubik per hari (million metric standard cubic feet per day/MMscfd) hingga 200 MMscfd.

Hendra berharap agar seluruh pasokan itu bisa dipasok oleh Blok North Sumatra Offshore (NSO) yang dikelola oleh ExxonMobil. Padahal, rencana awal, Blok NSO hanya akan mengalirkan gas sejumlah 50 MMscfd.

Sementara itu, Vice President Public and Government Affairs ExxonMobil Indonesia Erwin Maryoto mengatakan terkait rencana pengaliran gas dari Blok NSO ke pipa Arun Belawan masih dalam proses pembahasan.

“Kami sedang menyelesaikan Perjanjian Jual Beli Gas [PJBG],” ujarnya.

Dia mengungkapkan bila PJBG telah ditandatangani oleh kedua pihak maka ExxonMobil Indonesia akan segera mengalirkan gas ke pipa sepanjang 350 kilometer tersebut. Hanya saja, jelasnya, terkait harga dan jumlah volume yang akan dialirkan pihaknya tidak bersedia mengungkapkan karena PJBG belum selesai dibahas.

“Harga dan volume akan diatur dalam PJBG yang akan segera ditandatangani,” ujarnya.

Bisnis mencatat, rencana commissioning pipa Arun Belawan mundur lebih dari satu bulan dari rencana semula yaitu 2 November 2014. Hendra Jaya mengungkapkan mundurnya jadwal tersebut karena perawatan pada fasilitas di Blok NSO belum selesai dilakukan.

Padahal, katanya, gas itu sangat ditunggu oleh industri di Sumatera Utara dan juga oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sehingga keterlambatan tersebut akan berdampak pada peningkatkan produksi dan akhirnya ke pertumbuhan ekonomi.

Aliran gas itu diharapkan bisa menanggulangi krisis listrik di Aceh dan Sumatra Utara. Alhasil, lamanya proses penentuan pasokan ini dari pemerintah mengakibatkan tertundanya projek yang ditargetkan mampu  menanggulangi kekurangan daya listrik di Sumatera Utara dan Aceh ini.

Regasifikasi Arun

Tak hanya pipa Arun-Belawan, commisioning proyek regasifikasi Arun (pengubahan kilang Arun menjadi fasilitas regasifikasi) juga mundur dari rencana semula pada awal Desember 2014.

Hendra Jaya mengatakan proses pengubahan kilang Arun menjadi fasilitas regasifikasi diprediksi akan selesai pada Januari 2015. Dia mengungkapkan begitu proses tersebut selesai maka fasilitas itu akan segera menerima kargo dari Kilang Tangguh yang diterima oleh PLN untuk dilakukan commissioning.

Kepala Divisi Bahan Bakar Minyak dan Gas PLN Suryadi Mardjoeki mengatakan fasilitas regasifikasi Arun akan mengalirkan gas untuk pembangkit listrik tenaga gas uap (PLTGU) Belawan.

“Total gas alam cair [liquefied natural gas/LNG] yang masuk adalah 105 miliar british thermal unit per hari [BBtud],” katanya.

Dari jumlah itu, lanjutnya, sebanyak 85 BBtud akan digunakan untuk PLTGU Belawan, sedangkan 10 BBtud akan digunakan untuk beban puncak (peaker)Belawan. Sementara sisanya sejumlah 10 BBtud akan digunakan untuk peakerArun.

Bisnis mencatat, anak usaha Pertagas –PT Pertagas Niaga—telah meneken pokok-pokok perjanjian (head of agreement/HoA) dengan sejumlah industri.

Direktur Utama PT Pertagas Niaga Jugi Prajugio mengatakan  ada dua perusahaan listrik swasta (independent power producers/IPP), empat perusahaan kelapa sawit dan satu perusahaan pembuatan ban.

“Sekarang sedang penyiapan PJBG, harga sudah disebutkan, tinggal dilegalkan,” jelasnya.

Selain itu, pipa sepanjang 350 kilometer tersebut juga bertujuan untuk menghidupkan Zona Industri  Lhokseumawe dan sekitarnya (ZILS). Hendra mengklaim sejumlah industri yang kini kurang maksimal produksinya seperti Pupuk Iskandar Muda,  Asean Aceh Ferilizer (AAF), Kertas Karf Aceh (KKA) dan Humpus  Aromatik akan bisa bangkit karena Proyek Arun itu akan memasok gas dari hasil kilang Arun.

"Bahkan  Kota Lhoksemauwe dan Aceh Utara  juga terbuka untuk mengembangkan kawasan  industri baru di luar Migas karena Kilang Aruningin menyediakan gas untuk menggerakkan industri dimaksud," ujarnya.

Tag : arun-belawan
Editor :

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top