Pertamina Berambisi Masuk 50 Besar Global Fortune 500

PT Pertamina (Persero) menargetkan masuk ke dalam 50 perusahaan terbesar di dunia versi Fortune Global 500.
Fauzul Muna | 02 Desember 2014 13:13 WIB
Logo Pertamina. Perseroan berambisi masuk 50 besar Global Fortune 500 - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA—PT Pertamina (Persero) menargetkan masuk ke dalam 50 perusahaan terbesar di dunia versi Fortune Global 500.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan Pertamina memiliki potensi yang besar masuk dalam 50 besar peringkat Fortune Global 500 setelah tahun ini menduduki peringkat ke-123.

“Tinggal bagaimana menuju ke sana,”  ujarnya,  Selasa (2/12/2014).

Namun, Dwi tidak menyebutkan secara rinci hal apa saja yang akan ditempuh untuk mencapai target tersebut. Seperti diketahui, pemeringkatan Fortune Global 500 2014 didasarkan pada total pendapatan yang diperoleh perusahaan selama tahun fiskal yang berakhir 31 Desember 2013 dan telah mempublikasikan Laporan Keuangan Audited sebelum 31 Maret.

Pada tahun fiskal 2013, Pertamina membukukan total pendapatan sebesar US$71,1 miliar atau meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai US$70,9 miliar. Laba bersih pada 2013 meningkat 11% menjadi US$3,07 miliar dari tahun sebelumnya US$2,77 miliar.

Dalam lima tahun terakhir, kinerja keuangan Pertamina selalu positif dengan laba bersih yang terus meningkat hingga 97% dibandingkan laba 2009 yang tercatat US$1,55 miliar. Selain itu, produksi migas Pertamina pada 2013 juga mengalami peningkatan dari 461.630 barel setara minyak per hari (barrel oil equivalent per day/boepd) pada tahun sebelumnya menjadi 465.220 boepd.

Pencapaian sektor energi panas bumi, realisasi produksi panas bumi mencapai 21,73 juta ton pada 2013 atau naik 38,5% dibandingkan 2012 yang hanya mencapai 15,69 juta ton. Produksi tersebut diharapkan terus meningkat untuk mencapai target Pertamina Geothermal Energy (PGE) untuk memiliki pembangkit listrik tenaga panas bumi berkapasitas total 800 megawatt pada 2018.

Di bisnis hilir, Pertamina mengklaim semakin gencar memasarkan BBM nonsubsidi dan pelumas di pasar domestik dan ekspansi produk aviasi, pelumas, dan BBM industri ke luar negeri. Saat ini, pelumas Pertamina telah menguasai 60% pasar pelumas dalam negeri dan menembus pasar 24 negara.

Di sektor gas, kegiata niaga gas pada 2013 meningkat 147% menjadi 33,8 ribu BBTU dari tahun sebelumnya sebesar 23,1 ribu BBTU.

Lebih jauh, realisasi investasi Pertamina pada 2013 mencapai US$6,87 miliar atau setara Rp71,8 triliun, terutama untuk akuisisi blok-blok migas di dalam dan luar negeri.

Tag : pertamina
Editor : Ismail Fahmi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top