Petambak Garam Usul HPP Garam Dinaikkan 30%

Asosiasi Pengusaha Garam Indonesia (APGI) Jawa Barat akan mengusulkan harga pokok garam di tingkat petambak 30% kepada pemerintah.
Adi Ginanjar Maulana | 02 Desember 2014 11:04 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, BANDUNG - Asosiasi Pengusaha Garam Indonesia (APGI) Jawa Barat akan mengusulkan harga pokok garam di tingkat petambak 30% kepada pemerintah.

Ketua APGI Jabar Cucu Sutara mengatakan kenaikan HPP garam di tingkat petambak dilakukan menyusul dampak dari pencabutan subsidi bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu.

“Kami akan mengusulkan kepada pemerintah agar HPP garam naik 30%. Hal itu dilakukan karena berbagai faktor yang mendera petambak sepanjang 2014,” katanya kepada Bisnis.com, Selasa (2/12/2014).

Dia menyebutkan saat ini HPP garam biasa mencapai Rp550 per kilogram, sementara kualitas bagus Rp750 per kg.

Dengan adanya kenaikan HPP garam, lanjutnya, produksi di tingkat petambak serta kualitasnya bisa meningkat menyusul anjloknya produksi pada tahun ini yang mencapai 50% atau 130.000 ton per tahun dari kondisi normal 260.000 ton per tahun.

“Anjloknya produksi karena masa produksi garam hanya tiga bulan karena musim kemarau yang pendek,” ujarnya.

Adapun, keinginan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang ingin memisahkan sektor garam kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) salah besar.

Menurutnya, semestinya sektor garam diberikan sepenuhnya kepada Kementerian Perindustrian karena produksinya dilakukan di darat.

“Sektor garam jangan diberikan ke Kemendag, tetapi harus ke Kementerian Perindustrian [Kemenperin] karena aktivitasnya bukan di laut,” katanya.

Dia mengatakan seandainya KKP ingin turut andil hanya memperbaiki infrastruktur di kelautan seperti penyaringan air laut untuk proses produksi garam di darat.

Tag : garam
Editor : Sepudin Zuhri

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top