Distribusi Sawit dan Karet Riau Terganggu Banjir

Dua komoditas unggulan di Provinsi Riau yaitu sawit dan karet mengalami kerusakan. Buah sawit membusuk, dan hasil karet tidak bisa diangkut sama sekali karena banyaknya jalan di daerah Riau yang rusak terendam banjir.
Arif Gunawan | 02 Desember 2014 11:09 WIB

Bisnis.com, PEKANBARU – Musim hujan yang sudah melanda wilayah Riau dan sekitarnya sejak November mulai berdampak negatif bagi sektor perkebunan , khususnya petani swadaya yang mengelola kebun kelapa sawit dan kebun karet.

Dua komoditas unggulan di Provinsi Riau yaitu sawit dan karet mengalami kerusakan. Buah sawit membusuk, dan hasil karet tidak bisa diangkut sama sekali karena banyaknya jalan di daerah Riau yang rusak terendam banjir.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau Zulher mengatakan kondisi ini sudah terjadi dalam satu bulan terakhir, dan mayoritas terjadi di wilayah yang berdekatan dengan sungai.

“Banjir tahun ini melanda petani swadaya yang ada di pinggiran Sungai Rokan, Kampar, Kuantan dan Indragiri. Kondisi ini menyebabkan petani tidak bisa menjual hasil kebun mereka karena sudah terendam banjir, membusuk, dan akses jalan tertutup banjir,” kata Zulher di kantornya (2/12).

Akibat musibah ini, petani harus mengeluarkan biaya lebih jika tetap ingin memanen hasil kebun yaitu lewat jalan pengerahan tenaga manusia yang berbiaya tinggi. Padahal biasanya jalur akses utama petani di kebun tersebut hanya jalan setapak yang membelah kebun, sehingga dapat dilalui mobil untuk memindahkan hasil kebun dari lokasi ke pabrik.

Bila kondisi ini masih berlanjut hingga awal tahun, Zulher khawatir kondisi perekonomian petani swadaya yang menggantungkan hidup dari hasil kebunnya memburuk. Bahkan tidak hanya kebun sawit dan karet, tapi juga dapat merambah ke lahan pertanian seperti tanaman padi dan sayuran.

Sekretaris Desa Buluh Cina Kabupaten Kampar M Rais mengatakan dalam dua minggu terakhir warganya tidak bisa memanen buah kelapa sawit dan pergi ke kebun untuk menoreh karet. Masalah ini timbul akibat lokasi kebun mereka yang berada di seberang Sungai Kampar dan berada di wilayah dataran rendah.

“Kami khawatir dengan kondisi perekonomian warga setempat yang sudah lebih dari dua minggu tidak bisa mengambil hasil kebunnya. Tapi kami juga belum bisa berbuat banyak karena faktor cuaca dan musim penghujan. Semoga kondisi ini tidak berlangsung lama,” katanya.

Tag : sawit
Editor : Asep Dadan Muhanda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top