Penambak Udang Khawatir Virus Early Mortality Syndrome

Penambak Udang dari Lamongan, Jawa Timur, Herman mengkhawatirkan penyebaran virus Early Mortality Syndrome (EMS) yang saat ini tengah menyebar pada beberapa negara seperti Vietnam, Thailand, Malaysia, China dan Malaysia.
Sholahuddin Al Ayyubi | 02 Desember 2014 17:05 WIB

Bisnis.com, SURABAYA-- Penambak Udang dari Lamongan, Jawa Timur, Herman mengkhawatirkan penyebaran virus Early Mortality Syndrome (EMS) yang saat ini tengah menyebar pada beberapa negara seperti Vietnam, Thailand, Malaysia, China dan Malaysia.

Herman mengaku bahwa tambak udang miliknya seluas‎ dua hektar pernah terjangkit penyakit virus White Feces Disease dengan gejala awal nafsu makan udang berkurang yang berakhir dengan kematian udang.

"‎Ditambak udang saya, memang pernah terkena penyakit White Feces Disease," tutur Herman di Surabaya, Selasa (2/12/2014).

Namun, sejak berada dibawa binaan PT Central Protein (CP) Prima Tbk, tambak udang milik Herman yang telah dikelola beberapa tahun lalu mulai terpelihara dengan baik.

"CP Prima juga meminjamkan kami, Penambak udang yang ada di Lamongan alat-alat yang membantu," ujarnya.

Herman mengaku saat ini penghasilannya untuk sekali panen udang dari enam kolam yang dimilikinya mencapai Rp200-300 juta. Setiap kolam, menurut Herman dapat menghasilkan 10-30 ton udang.

Tag : tambak udang
Editor : Dewi Andriani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top