Gerakan Penanaman Sejuta Cabai Pemkot Padang Direspons BI

Gerakan penanaman sejuta cabai yang digagas Pemerintah Kota Padang mendapatkan apresiasi Bank Indonesia sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan pasokan dan menekan laju inflasi.
Redaksi | 07 Januari 2015 14:47 WIB
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, PADANG - Gerakan penanaman sejuta cabai yang digagas Pemerintah Kota Padang mendapatkan apresiasi Bank Indonesia sebagai salah satu upaya memenuhi kebutuhan pasokan dan menekan laju inflasi.

"Cabai merupakan salah satu komponen utama penyumbang inflasi di Padang. Gerakan ini merupakan langkah tepat untuk mengurangi kelangkaan pasokan yang selama ini terjadi pada waktu-waktu tertentu," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VIII Puji Atmoko, Rabu (7/1).

Puji menjelaskan keterbatasan pasokan cabai merah pada periode tertentu seperti pada Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri menyebabkan kenaikan harga yang pada akhirnya memicu terjadinya inflasi.

"Oleh sebab itu gerakan menanam sejuta cabai dalam polybag di pekarangan kantor, sekolah dan rumah merupakan salah satu solusi mengurangi ketergantungan pasokan yang selama ini berasal dari Pulau Jawa," katanya.

Sebelumnya, pada Desember 2014 Wali Kota Padang Mahyeldi meluncurkan gerakan Menanam Sejuta Cabai sebagai upaya memenuhi kebutuhan di daerah itu.

"Ini merupakan langkah konkret Pemkot Padang mewujudkan swasembada pangan dan menjaga kestabilan ekonomi," kata Mahyeldi.

Selain itu Pemkot Padang juga memberikan perhatian kepada kelompok tani dalam bentuk bantuan peralatan dan penyediaan bibit agar produksi cabai meningkat.

Berdasarkan hasil survei Pusat Kajian Sosial Budaya dan Ekonomi (PKSBE) Universitas Negeri Padang (UNP), kebutuhan cabai warga Padang mencapai 36,91 ton per hari.

Dari 36,91 ton tersebut sebanyak 22,5 ton dipasok dari Pasar Muntilan, Magelang, Jawa Tengah dan sisanya berasal dari hasil produksi petani lokal, kata Peneliti PKSBE Universitas Negeri Padang Johan Marta.

"Oleh sebab itu pergerakan harga cabai di Padang sangat ditentukan oleh tingkat harga di Pulau Jawa serta kelancaran proses pengiriman," katanya.

Johan mengatakan karena tingginya konsumsi cabai tersebut, komoditas yang rasanya dikenal pedas itu menjadi salah satu komponen utama yang mempengaruhi angka inflasi di Sumbar jika ketersediannya di pasar berkurang atau menghilang.

Sumber : Antara

Tag : harga cabai
Editor : Bambang Supriyanto

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top