Soal Pembekuan 61 Izin Terbang, Ini Komentar Perdana Jokowi

Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara soal pembekuan puluhan rute penerbangan, menyusul semakin ketatnya aturan terbang dari Kementerian Perhubungan pascatragedi kecelakaan AirAsia QZ 8501.
Wike Dita Herlinda | 10 Januari 2015 20:40 WIB
Presiden Joko Widodo. - Antara

Bisnis.com, SURABAYA – Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara soal pembekuan puluhan rute penerbangan, menyusul semakin ketatnya aturan terbang dari Kementerian Perhubungan pascatragedi kecelakaan AirAsia QZ 8501.

Orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan ini memang momentum yang sangat tepat untuk membenahi standar-standar pelayanan angkutan umum di Tanah Air, baik darat, laut, maupun udara.

“Ini momentum pembenahan karena sudah bertahun-tahun [tidak ada pembenahan] dan itu dibiarkan. Ini momentum pembenahan, tapi sekali lagi tidak hanya tergantung Kemenhub, tapi ada juga [peran] AirNav dan Angkasa Pura,” katanya saat berkunjung ke Surabaya, Sabtu (10/1/2015).

Meski saat ini Kemenhub telah bersikap tegas dengan membekukan 61 rute penerbangan yang melanggar izin, Jokowi tetap berpesan agar sikap tegas tersebut tidak merugikan maskapai manapun. “Harus dilakukan, yang penting jangan merugikan maskapai.”

Sehari sebelumnya, Kemenhub membekukan izin terbang dari lima maskapai penerbangan nasional untuk 61 rute. Kelima maskapai itu a.l. Garuda Indonesia sebanyak 4 rute, Lion Air 35 rute, TransNusa 1 rute, Susi Air 3 rute, dan Wings Air 18 rute.

Tag : jokowi
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top