TOL SEMARANG-SOLO: 3 Calon Investor Siap Beli Saham TMJ

Tiga calon investor dikabarkan sudah menyatakan ketertarikan untuk membeli 25% kepemilikan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah pada PT Trans Marga Jateng.
Oktaviano DB Hana | 17 Maret 2015 18:25 WIB

Bisnis.com, SEMARANG—Tiga calon investor dikabarkan sudah menyatakan ketertarikan untuk membeli 25% kepemilikan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah pada PT Trans Marga Jateng.

PT Trans Marga Jateng (TMJ), yang mengelola jalan Tol Semarang-Solo, merupakan salah satu anak perusahaan PT Jasa Marga Tbk. (Persero) berpatungan dengan PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), badan usaha milik daerah Jateng.

Hingga saat ini, kepemilikan  saham SPJT pada TMJ tercatat sebesar 26,1%, sedangkan selebihnya dimiliki oleh Jasa Marga.

Direktur Utama SPJT Krisdiani Syamsi mengatakan pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan terkait rencana penjualan saham kepada sejumlah calon investor.

Namun, jelasnya, hanya tiga dari beberapa calon investor yang kemudian menyatakan kesediaan untuk mengikuti proses lelang.

“Kami tawarkan atas rekomendasi Jasa Marga. Tiga di antara investor yang kami surati menyatakan kesediaan untuk menawar,” ujarnya saat ditemui Bisnis, Selasa (17/3/2015).

Kendati belum bisa mengungkapkan nama ketiganya, Krisdiani mengatakan pemilihan sejumlah calon investor dilakukan atas rekomendasi.

Rekomendasi itu, jelasnya, diberikan Jasa Marga setelah menyatakan tidak akan menambah porsi kepemilikan sahamnya pada TMJ.

Padahal, Jasa Marga sebagai pemilik saham mayoritas mempunyai hak utama untuk membeli saham yang ditawarkan. Opsi lainnya, lanjut Krisdiani, adalah menjual saham kepemilikan kepada karyawan TMJ.

Namun, dia mengatakan setelah bertemu dengan TMJ dan pihak terkait diputuskan saham kepemilikan tersebut akan ditawarkan kepada investor lain. Skema penjualan saham pun disepakati sebagai penawaran terbatas.

“Kami tawarkan kepada Jasa Marga, tetapi melalui surat pada 27 Februari 2015 dinyatakan hak pembelian itu tidak digunakan. Jadi, kita putuskan untuk ditawarkan kepada pihak lain,” katanya.

Lebih lanjut, Krisdiani mengatakan sebenarnya wacana penjualan saham sebesar 25% tersebut sudah jauh hari ditetapkan dalam rapat umum pemegang saham SPJT pada 25 November 2014.

Keputusan tersebut, ungkapnya, ditetapkan karena pemegang saham SPJT bersepakat untuk tidak lagi menyuntikkan tambahan modal kepada Trans Marga Jateng.

Untuk menghindari dilusi atau pengecilan nilai saham, dia menuturkan kepemilikan saham pun mesti dijual. Pasalnya, untuk melanjutkan pembangunan ruas tol Jasa Marga akan terus menyuntikkan modal tambahan.

Dengan begitu, SPJT berencana hanya menyisakan kepemilikan saham sebesar 1,1% pada TMJ. “Jadi, kami masih punya sisasaham, seperti kenang-kenangan.”

Adapun, proses alih kepemilikan saham tersebut diperkirakan rampung pada Mei 2015. Krisdiani mengatakan saat ini para calon investor diberikan kesempatan untuk melakukan pengkajian terhadap pada kinerja TMJ.

“Dalam waktu dekat akan diberikan kesempatan uji tuntas atau due dilligence,” ujarnya.

Tag : proyek tol, tol semarang-solo
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top