Jokowi-Fukuda Bahas Proyek Kereta Cepat, Ini Hasilnya

Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Presiden Asosiasi Jepang Indonesia Yasuo Fukuda bersama puluhan delegasi bisnis Negeri Matahari Terbit membahas komitmen investasi dan menawarkan proyek kereta api supercepat (Shinkansen).
Ana Noviani | 27 Mei 2015 19:56 WIB
Menko Perekonomian Sofyan Djalil di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (24/2/2015). - JIBI/Akhirul Anwar

Bisnis.com, JAKARTA—Presiden Joko Widodo menerima kunjungan Presiden Asosiasi Jepang Indonesia Yasuo Fukuda bersama puluhan delegasi bisnis Negeri Matahari Terbit membahas komitmen investasi dan menawarkan proyek kereta api supercepat (Shinkansen).

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan Asosiasi Jepang-Indonesia mewadahi perusahaan-perusahaan besar Jepang yang telah lama berinvestasi di Indonesia.

Beberapa yang ikut hadir dalam pertemuan dengan Jokowi, yakni Chairman Sumitomo Corporation Kazuo Ohmori, CEO Suzuki Motor Corporation Osamu Suzuki, Chairman Daihatsu Motor Co. Ltd. Koichi Ina, dan Special Corporate Adviser Fumi Ohtsubo.

Menurut Sofyan, rombongan yang dipimpin mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda itu menyatakan komitmen untuk terus berinvestasi di Indonesia.

Berdasarkan data BKPM, dalam promosi dan pemasaran investasi, pebisnis Jepang berkomitmen untuk menggulirkan modal sebesar US$640 Juta di Indonesia. Komitmen tersebut akan dikucurkan di bidang industri baja senilai US$200 juta, industri kimia senilai US$300 Juta, kawasan industri dan properti US$100 juta, dan industri perkapalan US$40 juta.

"Ada beberapa kendala yang mereka kemukakan, masalah visa expert S1 itu sudah kita perbaiki, Asahan 2 dan 3, serta masalah pembebasan lahan. Kita akan selesaikan segera," kata Sofyan seusai pertemuan di Istana Merdeka, Rabu (27/5).

Pertemuan dengan pebisnis Jepang dilakukan setelah Presiden Jokowi menerima kunjungan kehormatan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu Yandong. Seperti diketahui, investor China dan Jepang bersaing untuk menggarap proyek kereta supercepat Jakarta-Bandung-Surabaya.

"Kemudian tetap saja mereka menawarkan Shinkansen. Mereka tawarkan, Presiden katakan kita akan perhatikan," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama Ketua Komite Ekonomi Indonesia-Jepang Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Sony B. Harsono mengatakan Presiden Jokowi menyoroti peranan investor Jepang dalam pengembangan industri yang berbasis ekspor, pengembangan sumber daya manusia dan infrastruktur. Utamanya, pembangkit listrik, transportasi berbasis rel, kereta api cepat Jakarta-Bandung dan Jakarta-Surabaya.

"Yang penting ada konektivitas antara satu sektor dengan yang lain, sehingga dampak terhadap ekonomi Indonesia memiliki multiplier effect yang tinggi terhadap ekonomi. Jadi mereka saling berkaitan tertarik untuk investasi," papar Sony.

Beberapa proyek investasi perusahaan yang bergabung dalam Japan Indonesia Association (Japinda) di Indonesia, imbuhnya, antara lain PLTU Batang, PLTU Tanjung Jati B, serta peningkatan kapasitas industri otomotif, termasuk Suzuki untuk orientasi ekspor.

Tag : Kereta Cepat
Editor : Bastanul Siregar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top