NAIK TAKSI TANPA PENGEMUDI. Bagaimana Ya Rasanya? Taksi Hantu Bukan?

Pernahkan Anda membayangkan naik taksi yang berjalan tanpa pengemudi. Ke depan, taksi macam ini yang digerakkan dengan tenaga listrik bukan mustahil bakal berseliweran di jalan raya. Dan tentu, mereka bukan taksi hantu!
Newswire | 07 Juli 2015 12:59 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, LONDON -- Pernahkan Anda membayangkan naik taksi yang berjalan tanpa pengemudi. Ke depan, taksi macam ini yang digerakkan dengan tenaga listrik bukan mustahil bakal berseliweran di jalan raya. Dan tentu, mereka bukan taksi hantu!

Taksi tanpa pengemudi yang bertenaga listrik dapat secara mencolok mengurangi buangan gas rumah-kaca (GHG) dari kendaraan ringan di Amerika Serikat dalam waktu 20 tahun ke depan, demikian isi dokumen yang disiarkan Senin (6/7/2015).

Pembuat mobil dan perusahaan teknologi saat ini terus mencari cara untuk membuat kendaraan jadi lebih otonomi, demikian laporan Xinhua --yang dipantau di Jakarta, Selasa (7/7) siang. Google telah mengumumkan rencana untuk meluncurkan kendaraan yang sepenuhnya tanpa pengemudi sekitar 2017.

Armada kendaraan itu dapat, secara teori, mengurangi buangan gas di sektor angkutan dengan melakukan lebih banyak perjalanan, merencanakan jalur yang paling efisien, dan memadukan sistem yang sepenuhnya bertenaga listrik, demikian isi studi di jurnal Inggris "Nature Climate Change".

Para peneliti dari Lawrence Berkeley National Laboratory pada 2014 membuat model potensi dampak armada itu pada buangan sektor transportasi AS berdasarkan kekuatan gas rumah-kaca pada bensin dan listrik dan proyeknya untuk 2030.

Hasilnya memperlihatkan pengalihan ke taksi otonomi dapat menghasilkan penghematan buangan gas kendaraan sebanyak 87 sampai 94% dibandingkan dengan buangan gas kendaraan konvensional saat ini, dan 63 sampai 82 % lebih hemat dibandingkan dengan kendaraan hibrida yang diproyeksikan pada 2030.

Berkurangnya buangan gas itu terutama akan menghasilkan penurunan masa depan buangan dari produksi listrik, ukuran kendaraan yang lebih kecil dan jarak perjalanan yang lebih jauh, kata Jeffery Greenblatt, salah seorang penulis paper tersebut.

Sumber : Antara/Xinhua-OANA

Tag : taksi, kendaraan otonom
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top