2017, Pemerintah Targetkan 1.000 Sentra Peternakan Rakyat

Pemerintah menargetkan program pembentukan 1.000 Sentra Peternakan Rakyat (SPR) hingga 2017 sebagai upaya memenuhi swasembada daging sapi hingga hasil produknya.
Peni Widarti | 29 Juli 2015 16:54 WIB
Peternak menjual sapi di Pasar Hewan Tumpang, Malang, Jawa Timur, Jumat (22/5/2015). - Antara/Ari Bowo Sucipto

Bisnis.com, SURABAYA -  Pemerintah menargetkan program pembentukan 1.000 Sentra Peternakan Rakyat (SPR) hingga 2017 sebagai upaya memenuhi swasembada daging sapi hingga hasil produknya.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Muladno mengatakan tahun ini pemerintah sudah siap mengembangkan SPR sebanyak 210 sentra.
Sedangkan sentra yang sudah terbentuk ada 10 sentra seperti di Bojonegoro  (3 sentra), Banyuasin (1) dan Musi Banyuasin Sumatera, Kabupaten OKI (1), Pulau Sapudi (2), Sumbawa (1) dan Kalimantan (1).
"Kalau sudah ada 1.000 sentra, tahun-tahun berikutnya kalau bisa ada 3.000 sentra. Investasi intinya ada di peternak, ada hewan ternaknya, ada tempatnya lalu mereka butuh apa, kami yang menyiapkan lalu dikelola bersama-sama pemerintah," jelasnya seusai membuka Pameran Livestok, di Surabaya, Rabu (29/7/2015).
Adapun dalam program SPR tersebut, pemerintah menyiapkan tenaga ahli yang akan diterjunkan ke sentra peternak tersebut. Para peternak di SPR itu akan diberi berbagai pelatihan mulai dari pengembangan bahan baku pakan ternak sampai keterampilan dalam mengembangbiakan ternak melalui kawin suntik.
Selama ini, kebanyakan satu peternak hanya memiliki 2 ekor sapi. Padahal idealnya satu peternak memiliki minimal 7 ekor.  Selain itu, masih banyak peternakan rakyat yang masih belum menguasai tehnik pengembangbiakan melalui inseminasi atau sering kali ada kegagalan.
Dalam program tersebut, nantinya di setiap satu kawasan sentra, sedikitnya terdapat 500 peternak sapi dengan jumlah kepemilikan sapi yang ideal.
Sementara itu, Ketua Bidang Usaha Gabungan Koperasi Susu Indonesia (GKSI) Jatim, Sulistyanto mengatakan, peternak sapi perah yang tergabung dalam GKSI menyatakan sudah siap dan telah mengajukan pembentukan 12 SPR di Jatim.
"GKSI Jatim sudah siap, ada 140.000 ekor sapi indukan dan yang diajukan sebagai sentra induk ada di 12 kabupaten seperti Malang, Pasuruan, Kediri, Probolinggo, Mojokerto, Jombang dan Trenggalek. Mudah-mudahan Agustus bisa cair," jelasnya.

Menurut Sulistyanto, sentra peternak sapi perah tidak saja untuk memenuhi swasembada susu tetapi juga sekaligus swasembada daging sapi.

Tag : peternakan sapi, peternak ayam
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top