PATA TRAVEL MART 2016: Pelaku Pariwisata Wajib Maksimalkan Potensi Usaha

Perhelatan PATA (Pasific Asia Travel Association) Travel Mart (PTM) ke-39 yang akan digelar pada September 2016 mendatang dinilai berpotensi membawa sejumlah keuntungan bagi Indonesia selaku tuan rumah.
Ropesta Sitorus | 02 September 2015 10:25 WIB
Ilustrasi - indonesia.travel

Bisnis.com, JAKARTA -- Perhelatan PATA (Pasific Asia Travel Association) Travel Mart (PTM) ke-39 yang akan digelar pada September 2016 mendatang dinilai berpotensi membawa sejumlah keuntungan bagi Indonesia selaku tuan rumah.

Chairman PATA Indonesia Chapter SD Darmomo menekankan para stakeholder di dunia pariwisata perlu mempersiapkan diri agar dapat memaksimalkan manfaat event tersebut.

Pihaknya sendiri bertugas menarik buyer dari 189 cabang PATA di dunia dan bekerjasama asoasiasi-asosiasi pariwisata di Indonesia agar mempersiapkan dagangannya dalam expo, dan menghubungi para kepala daerah agar mempersiapkan daerahnya untuk menerima turis.

“Dengan adanya lebih dari 5.000 delegasi pada PTM 2016, maka in-town tour harus siap menampung mereka,” kata dia di Jakarta, Selasa (1/9/2015).

Darmono berujar masa persiapan setahun ini cukup mepet sehingga perlu dukungan mensosialisasikan agar semua pemain pariwisata mulai pengusaha, pemandu, dan destinasi mulai berbenah.

Salah satu poin yang dia tekankan yakni pentingnya merancang konsep side event yang matang. Menurutnya momen PATA Travel Mart ini harus digunakan sebaik-baiknya oleh para pelalu usaha.

Sementara itu, Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata DKI Jakarta Purba Hutapea menyatakan pihaknya siap menjadi tuan rumah PTM 2016 baik dari segi keamanan maupun infrastruktur pendukung.

“Untuk rencana side event belum ada yang spesifik, tetapi kami akan berkoordinasi dengan Kementerian mengenai side event apa yang bisa dilakukan sehingga manfaat event ini bisa didapatkan maksimal,” tutur Purba.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjabarkan selain manfaat langsung yang bisa dirasakan pelaku pariwisata di Jakarta, event ini juga berpeluang untuk menggenjot jumlah turis ke Indonesia dalam jangka waktu panjang.

PATA Travel Mart adalah event bursa pariwisata terbesar di Asia Pasifik yang lebih diarahkan untuk penjualan dibandingkan dengan promosi.

Arief memproyeksikan nantinya akan ada transaksi oleh minimal 1.000 buyer. Jika rata-rata setiap buyer membeli 200 paket wisata dengan nilai per paket US$1.000, event tersebut bisa menghasilkan transaksi US$200 juta atau sekitar RP2,5 triliun.

Bursa ini, kata Arief, juga akan menjadi momentum untuk mempromosikan branding Wonderful Indonesia ke mancanegara karena agenda tersebut akan diliput ratusan media internasional dengan nilai pemberitaan sekitar Rp15 miliar.

Tag : travel mart
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top