LLP-KUKM Gelar Temu Mitra dengan Puluhan UKM Se-Ternate

LLP-KUKM Gelar Temu Mitra dengan Puluhan UKM Se-Ternate
Andhika Anggoro Wening | 12 September 2015 05:19 WIB
Dirut LLP- KUKM Ahmad Zabadi (kiri) disaksikan Kadiskop KUKM Malut Mulyadi Wowor (dua dari kiri) menerima batik khas Malut dari, Kustalani, perajin batik. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) Kemenkop dan UKM melakukan temu mitra KUKM yang dihadiri puluhan UKM se-Ternate.

Pembinaan dan bedah pelaku UKM tersebut dihadiri Dirut LLP-KUKM Ahmad Zabadi serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Maluku Utara (Malut) Mulyadi Wowor.

Selain itu, Corporate Communication Division Head PT Modern Sevel Indonesia Neneng Sri Mulyati, desainer perhiasan Fitria Nahdi, serta para pakar dan pelaku UKM. Mereka berbagi pengalaman serta berdiskusi tentang cara memasarkan dan mempromosikan produk-produk kreatif.

"Lembaga kami siap disibukkan untuk membantu mempromosikan dan memperluas jaringan pemasaran para UKM di Malut. Namun, UKM harus percaya diri dan berani memasarkan produk secara global. Termasuk produk bisa dipasarkan di ritel modern," tutur Zabadi.

Untuk menghadapi pasar bebas atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), para pelaku UKM tidak boleh hanya menjadi penonton, "mereka harus berani bersaing untuk memasarkan produk," tambahnya.

Sementara itu, Mulyadi menambahkan, perkembangan UKM di Malut begitu bergairah. Buktinya, di antara sekitar 200 ribu penduduk Malut, 3 ribu warga menjadi pelaku UKM. Hal tersebut menandakan UKM di Malut juga bersemangat mempromosikan produk unggulan.

"Bahkan, saya punya program bagi pelaku UKM untuk mempromosikan produk ke kota besar di Indonesia. Misalnya, Jakarta. Kami juga akan mempromosikan di Galeri UKM Smesco," terang Mulyadi.

Dia menyebutkan, petugas dinas atau pelaku UKM yang bertugas atau berkunjung ke Jakarta selalu dititipi 20 kilogram (kg) barang-barang UKM.

"Ya, kalau perempuan, cukup bawa 10 kg produk untuk dititipkan ke Smesco,"tuturnya. Mulyadi pun menyebutkan, produk khas Malut adalah batu akik hingga makanan laut, contohnya, abon ikan dan sagu tidore.

Sementara itu, Kustalani, 36, salah seorang pelaku UKM asal Ternate, merasa senang dengan digelarnya temu mitra. Sebab, dia bisa bertukar pikiran untuk mengembangkan produknya. Kustalani, merupakan perajin batik di Malut yang produknya sudah menjadi ciri khas Malut.

"Ya, batik yang saya rancang itu memiliki corak dengan ciri khas Maluku Utara," ujar Kustalani yang menyebutkan batiknya menggunakan brand Batik Tubo.

Menurut dia, nama Batik Tubo memang berasal dari desa terpencil bernama Tubo yang merupakan desa kelahirannya.

Dia memulai bisnis tersebut pada 2009. Kini, bisnisnya kian berkembang dan siap dipasarkan di pasar global.

"Saya juga ingin produk itu dipasarkan di Galeri Indonesia WOW," tandas Lani.

Tag : ukm
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top