Tangerang Raya Adalah Otak Indonesia

Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia mengatakan Tangerang memiliki potensi besar dari Indonesia untuk menjadi negara dengan ekonomi yang kuat. MITI memiliki kantor headquarter dan Business and Technology Innovation Center (BTIC) sebagai kantor transfer teknologi di Alam Sutera, Tangerang.
Atiqa Hanum | 19 September 2015 23:30 WIB
Wali Kota Tangsel Airin Rahmi Diani - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI) menilai Tangerang memiliki potensi besar dari Indonesia untuk menjadi negara dengan ekonomi yang kuat. MITI memiliki kantor headquarter dan Business and Technology Innovation Center (BTIC) sebagai kantor transfer teknologi di Alam Sutera, Tangerang.

Airin Rahmi Diani, Walikota Tangerang Selatan, mengungkapkan berdampingan dengan Puspiptek yang banyak mengumpulkan lembaga litbang pemerintah seperti LIPI, BATAN dan BPPT, MITI memberikan posisi tawar lebih bagi masyarakat Tangerang.

"Tangerang Raya adalah otaknya Indonesia. Di wilayah ini banyak pengembangan dan pengkajian teknologi yang dilakukan oleh para ilmuwan untuk kemajuan Indonesia, baik di litbang pemerintah maupun swasta seperti MITI," kata Warsito dalam siaran pers, Sabtu (19/9/2015).

Sekretaris Daerah Kota Tangerang Dadi Buhaeri menjelaskan Kota Tangerang adalah muka Indonesia. Sebagian besar orang asing ketika datang ke Indonesia, akan turun di Bandara Soekarno Hatta. Ini berarti, orang luar pertama kali akan memberikan penilaian bahwa Tangerang adalah representatif Indonesia.

Kepala MITI Warsito Purwo Taruno menyebutkan ini adalah awal untuk membangun potensi bersama yang ada di dalam negeri. Sebagai otak Indonesia yang memiliki keinginan kuat menjadi Kota Cerdas, Modern, dan Religius, Tangerang Raya ternyata pernah mewakili Indonesia dalam World Cities Summit tahun lalu di Singapura.

Lebih jauh lagi, 2016 mendatang, Kota Tangerang Selatan akan menjadi tempat pertemuan Global Innovation Forum 2016. Selain itu, kota tangerang telah bekerjasama dengan Pemerintah Kota Daejeon, Korea, dalam mengembangkan kota berbasis sains dan teknologi.

Airin menambahkan bila MITI dan Kota Tangerang Selatan memiliki kesamaan visi dan misi. Airin pun akan menggandeng MITI dalam pelaksanaan Global Innovation Forum 2016.

"Mudah-mudahan ini adalah awal yang penting untuk membangun sinergi untuk membangun keadilan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia melalui kemajuan teknologi Indonesia. Komersialisasi teknologi hasil riset merupakan kunci kemajuan Indonesia tanpa tergantung perkembangan politik,” tambah Warsito.

MITI ingin menjadi penggerak dalam pemanfaatan teknologi untuk kebutuhan masyarakat di Indonesia. Dalam upaya ini, lanjutnya, MITI telah banyak menjembatani hasil riset yang dilakukan oleh para ilmuwan dan teknolog agar dapat diaplikasikan untuk kesejahteraan masyarakat.

Tahun lalu, MITI Forum 2015 diselenggarakan dengan mengumpulkan banyak stakeholder, mulai dari pemerintah, ilmuwan, hingga pelaku bisnis dan lembaga peyandang dana. Bekerjasama dengan Steinbeis dan GIZ Jerman, forum ini juga menampilkan berbagai teknologi karya ilmuwan Indonesia yang saat ini sudah berhasil masuk ada tahap komersialisasi.

“MITI Forum 2016 diharapkan menjadi sebuah ajang promosi teknologi milik negeri dengan diresmikannya Business and Technology Innovation Center (BTIC). BTIC yang digawangi oleh MITI ini hingga saat ini telah menjadi inkubator berbagai bisnis teknologi yang siap bersaing dengan pasar global,” tutupnya. []

Tag : teknologi
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top