Pemerintah Buka Peluang Terima Kredit Ekspor Inggris

Pemerintah kemungkinan akan menggunakan dana kredit ekspor dari pemerintah Inggris senilai satu juta pound sterling untuk pembiayaan perencanaan proyek-proyek berskema public privat partnership atau kerjasama pemerintah dan swasta (KPS).n
Emanuel B. Caesario | 24 September 2015 02:12 WIB
Bendera Inggris - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Pemerintah kemungkinan akan menggunakan dana kredit ekspor dari pemerintah Inggris senilai satu juta pound sterling untuk pembiayaan perencanaan proyek-proyek berskema public privat partnership atau kerjasama pemerintah dan swasta (KPS).

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Sofyan Djalil seusai bertemu dengan duta besar Inggris untuk Indonesia di kantor Bappenas, Rabu (23/9/2015).

Sofyan membantah berita yang sebelumnya beredar bahwa pemerintah tidak mengambil tawaran dari Inggris untuk pembiayaan proyek infrastruktur. Menurutnya, kedua pemerintah masih membuka peluang kerjasama memanfaatkan tawaran kredit ekspor dari Inggris tersebut.

“Nanti kita akan diskusi detail lagi dana tersebut bisa kita pakai untuk apa. Akan ada pertemuan antara tim mereka dan tim kita, untuk satu million itu apa yang bisa kita pakai,” katanya.

Tawaran kredit ekspor dari Inggris menurutnya cukup menarik karena memberi bunga yang murah dan komponen lokal yang tinggi, sebesar 80%. Sofyan mengatakan dana tersebut bisa saja dimanfaatkan untuk mempersiapkan proyek-proyek strategis yang bisa ditawarkan kepada swasta melalui skema KPS.

Bantuan dana tersebut akan sangat membantu pemerintah Indonesia untuk mempercepat penyiapan proyek-proyek tersebut. Selama ini, proyek-proyek KPS tidak berjalan karena belum lengkapnya persiapan.

 “Jadi kalau misalnya bermanfaat dan dalam rangka mempercepat pembangunan infrastruktur kenapa tidak kita manfaatkan. Apalagi ditengah kondisi ekonomi yang saat ini dihadapi Indonesia sedang melemah,” katanya.

Tag : inggris
Editor : Bastanul Siregar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top