Peran Bulog Diperkuat, Komisi VI Minta Pemerintah Tak Perlu Impor Beras

Komisi VI DPR meminta Pemerintah tak perlu melakukan impor beras dengan pertimbangan produksi padi pada 2015 berdasarkan data Badan Pusat Statistik mencapai 75,5 juta gabah kering giling.
Stefanus Arief Setiaji | 24 September 2015 15:05 WIB
Seorang petugas memeriksa karung berisi beras Bulog, di Medan, Sumatra Utara, Senin (15/6/2015). Stok beras Bulog Divre Sumut hingga pertengahan Juli 2015 mencapai 45.000 ton setara beras dan cukup untuk kegiatan operasional selama tujuh bulan ke depan. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Komisi VI DPR meminta Pemerintah tak perlu melakukan impor beras dengan pertimbangan produksi padi pada 2015 berdasarkan data Badan Pusat Statistik mencapai 75,5 juta gabah kering giling.

Ketua Komisi VI Heri Gunawan mengatakan konsumsi beras per tahun jika melihat data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) hanya sekitar 29 juta ton dengan asumsi penduduk 250 juta jiwa.

Dia meminta peran Badan urusan Logistik (Bulog) dapat ditingkatkan sebagai penyeimbang dan buffer stock yang kuat. “Hal ini perlu didukung serius oleh Pemerintah terkait regulasi atas peran Bulog, ujungnya kita tidak perlu impor beras yang hanya akan menjadi permainan para mafia,” katanya melalui dari situs resmi DPR dikutip Kamis (24/9/2015).

Dia menyebut Bulog telah mendapat Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp3 triliun pada tahun anggaran 2015 yang harus digunakan untuk meningkatkan kapasitas usaha dan peyerapan gabah.

Tahun depan, Bulog kembali mengusulkan PMN sebesar Rp2  triliun untuk pembangunan infrastruktur pengeringan, pengolahan, dan penyimpanan beras di sentra-sentra produksi padi.

Tag : dpr, bulog
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top