Baru 80 UMKM di Bali Urus Izin Usaha

Dia menambahkan, untuk mengurus IUMK di kantor kecamatan syaratnya saja sangat mudah hanya dengan membawa surat keterangan tempat usaha (SKTU) yang didapat dari pejabat desa atau lurah, KTP, KK, dua lembar foto berwarna ukuran 4 x 6, dan mengisi formulir yang sudah disiapkan.
Natalia Indah Kartikaningrum | 24 September 2015 19:25 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, DENPASAR - Dinas Koperasi Usaha Kecil & Menengah Kota Denpasar mencatat baru 80 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mengurus izin usaha mikro kecil (IUMK) dari belasan ribu UMKM yang ada di Denpasar.

Made Erwin Suryadarma Sena, Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil & Menengah Kota Denpasar mengungkapkan dengan memiliki IUMK, pelaku usaha memiliki kemudahan dan terbantu untuk masalah modal yang selama ini merupakan hambatan umum  bagi UMKM untuk dapat tumbuh.

"Kami juga heran sekali, kenapa UMKM enggan urus IUMK. Padahal jelas, IUMK menghantarkan mendapatkan pendampingan modal, apalagi prosesnya cepat dan gratis. Kami saat ini akan berkoordinasi dengan petugas pemberi izin di kecamatan, agar proses jemput bola dapat dilakukan,” paparnya, Kamis (24/9/2015).

Dia menambahkan, untuk mengurus IUMK di kantor kecamatan syaratnya saja sangat mudah hanya dengan membawa surat keterangan tempat usaha (SKTU) yang didapat dari pejabat desa atau lurah, KTP, KK, dua lembar foto berwarna ukuran 4 x 6, dan mengisi formulir yang sudah disiapkan.

"Prosesnya sangat cepat dan dalam satu hari saja sudah dapat diterbitkan. IUMK ini merupakan lembaran untuk mengajukan pendampingan modal kredit usaha rakyat (KUR) yang dapat dimohonkan ke BRI, BNI, dan Mandiri," terangnya.

Menurutnya, kendala klasik tentang permodalan selalu menjadi momok perkembangan UMKM. Padahal, pemerintah saat ini sedang mendorong perkembangan ekonomi melalui penguatan modal melalui program KUR tersebut.

Kepala Bagian Bisnis Program dan Kemitraan BRI Kanwil Denpasar, Elison Sianturi menambahkan, target penyaluran KUR secara keseluruhan untuk daerah Denpasar hingga akhir 2015 sebesar Rp 600 miliar dari target Bali dan Nusa Tenggara keseluruhan total sekitar Rp1,17 triliun.

Sementara ini yang sudah terealisasi baru Rp232,7 milyar kepada 13.437 UMKM. "Sedangkan target untuk Denpasar sebesar Rp136,6 miliar dan sudah dapat terealisasi sebesar Rp45,9 miliar dengan sasaran 2.131 pelaku UKM," paparnya.

Tag : bali, umkm
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top