Pantau Proses Revitalisasi, Mendag Lembong Kunjungi Pasar di Banten

Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengunjungi langsung ke Pasar Cipanas, Lebak, Banten, sebagai bagian dari pantauan rencana percepatan program revitalisasi pasar rakyat yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Joko Widodo.
Wike Dita Herlinda | 24 September 2015 23:34 WIB
Menteri Perdagangan Thomas Lembong - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perdagangan Thomas Lembong mengunjungi langsung ke Pasar Cipanas, Lebak, Banten, sebagai bagian dari pantauan rencana percepatan program revitalisasi pasar rakyat yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Joko Widodo.

Thomas ingin melihat secara langsung situasi dan kondisi pasar di daerah tersebut. Karena bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, dia turut menyerahkan bantuan seekor sapi kurban untuk masyarakat sekitar.

Dia mengatakan revitalisasi pasar rakyat akan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

"Revitalisasi pasar rakyat punya banyak manfaat seperti menggeliatkan perekonomian rakyat, memudahkan akses masyarakat ke sumber ekonomi, serta memperkuat basis ekonomi masyarakat daerah," ujarnya dalam siaran pers pada Kamis (24/9/2015).

Thomas berpendapat pasar rakyat juga menjadi sarana perdagangan dan titik distribusi barang yang strategis dalam mengawal harga dan mengendalikan tekanan inflasi. Pada saat bersamaan, kehadiran pasar rakyat mampu mendorong revitalisasi sosial.

"Pasar rakyat menjadi sarana interaksi masyarakat karena di situ terjadi transaksi langsung. Bahkan, di beberapa daerah, pasar menjadi ruang publik yang efektif," paparnya.

Tahun ini, Thomas bertekad mewujudkan Program Revitalisasi Seribu Pasar Rakyat yang telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Tidak sekadar membangun fisiknya, revitalisasi pasar ini juga mencakup peningkatan manajemen.

Untuk itu, tahun ini pemerintah menganggarkan dana sekitar Rp 1,2 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun kembali pasar-pasar rakyat, utamanya di wilayah-wilayah tertinggal.

Thomas memberi terobosan penting dengan mengarahkan terbangunnya pasar komoditas. Dia menjelaskan program pengembangan pasar rakyat akan mempertimbangkan faktor potensi daerah. Misalnya, daerah penghasil buah-buahan akan diarahkan fokus membangun pasar komoditas buah. Dengan cara tersebut, harapannya setiap daerah memiliki keunggulan dan daya saing tersendiri.

Tidak kalah pentingnya, menurut Mendag, membangun sistem yang mampu menyatukan dan menghubungkan tren harga dan sisi pasokan maupun kebutuhan antarpasar. Dengan demikian gejolak harga barang dan ketidakseimbangan stok barang bisa ditekan.

Tag : pasar tradisional, thomas lembong
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top