BKPM Siapkan Layanan Izin Investasi Langsung Konstruksi

Badan Koordinasi Penanaman Modal menyatakan tengah menfinalisasi layanan izin investasi izin konstruksi, di mana investor dimungkinkan langsung melakukan proses konstruksi di kawasan industri setelah mendapatkan izin investasi dari BKPM.
Muhammad Abdi Amna | 02 November 2015 19:42 WIB
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA—Badan Koordinasi Penanaman Modal menyatakan tengah menfinalisasi layanan izin investasi izin konstruksi, di mana investor dimungkinkan langsung melakukan proses konstruksi di kawasan industri setelah mendapatkan izin investasi dari BKPM.

Deputi Bidang Perencanaan Investasi BKPM Tamba Hutapea mengatakan pihaknya tengah menyiapkan pilot project pada kawasan industri yang berada di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Sejumlah kepala daerah lain juga telah menyatakan kesiapan mengikuti program ini.

“Penetapan kawasan yang dapat memberlakukan layanan ini atas rekomendasi pemerintah daerah. Tidak seluruh kawasan dapat melakukannya. Kelak izin investasi tiga jam dengan minimal investasi Rp100 miliar juga berlaku bagi investasi di luar kawasan industri namun di dalam wilayah peruntukan industri,” tuturnya, Senin (2/11/2015).

Kesuksesan program ini, lanjutnya, tergantung dari dukungan pemerintah daerah. Pasal, untuk merealisasikan program pembangunan konstruksi di lakukan sambil mengurus perizinan dibutuhkan keseriusan pemda dalam memberikan layanan prima serta penyederhanaan regulasi.

Saat ini, lanjutnya, sejumlah daerah seperti Kabupaten Bekasi, dan Provinsi Banten sudah dihubungi untuk ikut dalam pilot projectprogram ini. Jika semua daerah mendukung, maka BKPM dapat langsung menerapkan program ini pada kawasan yang direkomendasikan oleh pemda.

“Kawasan industri pasti sudah sesuai dengan peruntukan wilayah, memiliki sistem instalasi pengolah air limbah, Amdal dan lainnya, maka untuk apa memperlambat pembangunan dengan mengurus izin dulu. Bisa langsung konstruksi sambil mengurus izin. Program ini tidak mensyaratkan minimal investasi” katanya.

Data BKOM menunjukkan investasi pembangunan kawasan industri dalam sektor prioritas pariwisata dan kawasan pada periode Januari-September 2015 melonjak 127,3% dari tahun sebelumnya hanya Rp79,8 triliun menjadi Rp181,2 triliun.

Adapun dari sisi minat investasi sejak 22 Oktober 2014 hingga 2 Oktober 2015 tercatat sebesar US$11 miliar di sektor pariwisata dan kawasan. 

Tag : bkpm, kawasan industri
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top