Liberalisasi Penerbangan Asean, Paket ke-9 Siap Diteken

Guna membuka akses pasar jasa penunjang penerbangan, para Menteri Transportasi di negara-negara ASEAN akan menandatangani Komitmen Paket ke-9 Jasa Angkutan Udara ASEAN .
Ringkang Gumiwang | 02 November 2015 04:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Guna membuka akses pasar jasa penunjang penerbangan, para Menteri Transportasi di negara-negara ASEAN akan menandatangani Komitmen Paket ke-9 Jasa Angkutan Udara ASEAN.

Rencananya, penandatanganan komitmen tersebut akan dilaksanakan pada pertemuan ke-21 Tingkat Menteri Transportasi ASEAN yang digelar pada 5-6 November 2015 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Dalam persetujuan paket ke-9 ini, Indonesia tidak membuat komitmen baru, sehingga komitmen Indonesia masih sama dengan paket ke-8 pada 2013 yang lalu, yakni jasa di bidang perbaikan dan perawatan pesawat terbang, jasa penjualan dan pemasaran.

Kemudian, jasa pemesanan melalui komputer, jasa penyewaan pesawat terbang tanpa awak dan jasa ekspedisi penerbangan kargo. Adapun, investor asing dapat mendirikan joint venture dengan pengusaha lokal, dengan kepemilikan saham maksimal 49%.

Hal tersebut sesuai dengan Undang-Undang No. 1/2009 tentang Penerbangan, serta Perpres No. 39/2014 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal.

Kementerian Perhubungan berharap komitmen antar negara ASEAN melalui penandatanganan komitmen paket ke-9 jasa angkutan udara ini dapat lebih meningkatkan jumlah kerjasama regional.

Tag : penerbangan
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top