Kinerja Sektor Manufaktur di Banten Melemah, Ekspor Ikut Terkikis

Kinerja net ekspor Provinsi Banten diperkirakan menunjukkan perbaikan pada kuartal II/2016, meski masih ditopang oleh net ekspor antar daerah.
Amanda Kusumawardhani | 02 Juni 2016 16:21 WIB
Aktivitas perdagangan di pelabuhan. - Ilustrasi/Bisnis.com

Bisnis.com, TANGERANG - Kinerja ekspor Provinsi Banten diperkirakan menunjukkan perbaikan pada kuartal II/2016, meski masih ditopang oleh net ekspor antardaerah.

Penurunan permintaan dari beberapa negara mitra utama antara lain Amerika Serikat dan China, pergerakan nilai tukar rupiah, dan meningkatnya harga komoditas ekspor utama di pasar internasional ditengarai bakal menyulut penurunan net ekspor Banten.

Sebaliknya, ekspor impor antardaerah yang ditunjukkan dengan peningkatan konsumsi rumah tangga domestik akan menjadi penguat kinerja net ekspor Banten pada kuartal mendatang.

Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) Banten, golongan barang utama ekspor nonmigas tersebut mencatatkan penurunan 7,87% selama Januari-April 2016 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Kontraksi  tertinggi dipimpin oleh besi baja, diikuti dengan plastik, dan kertas sepanjang Januari-April 2016 (yoy).

Secara komulatif, nilai ekspor Banten juga mengalami penurunan akibat kontraksi ekspor sektor industri 7,70% (yoy), dan terendah adalah sektor pertambangan sebesar 38,47% (yoy). Pada periode yang sama, struktur ekspor Banten didominasi oleh sektor industri sebanyak 97,99% atau turun dari pangsa pasar Januari-April 2015 sebesar 98,05%.

“Secara umum, komoditas ekspor utama Banten misalkan baja, kimia, dan alas kaki menunjukkan pergerakan terbatas pada kuartal I/2016. Bahkan, ada beberapa komoditas yang masih terkontraksi akibat masih lemahnya permintaan dari sejumlah negara mitra utama,” kata Kepala Bank Indonesia Banten Budiharto Setyawan kepada Bisnis, Kamis (2/6/2016).

Jika dirinci, Banten sendiri memiliki 12 negara tujuan ekspor nonmigas utama antara lain Amerika Serikat, China, India, Singapura, Jerman, Thailand, Malaysia, dan Australia. Sepanjang Januari-April 2016, total ekspor nonmigas ke 12 negara utama tersebut turun 2,36% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dari 12 negara tersebut, hanya Singapura, Jerman, Belgia, Jepang, dan India yang tidak mencatatkan penurunan nilai ekspor nonmigas. Pangsa ekspornonmigas terbesar berasal dari Amerika Serikat 21,19%, sedangkan pangsa pasar Asean 16,64% dan Uni Eropa 15,14% selama Januari-April 2016.

 
Tag : banten
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top