CMNP Bidik Operasikan 150 km Jalan tol di 2021

PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) menargetkan penambahan ruas tol baru hingga 150 kilometer dalam lima tahun mendatang. Adapun saat ini perseroan telah memiliki konsesi tol sepanjang total 77 kilometer yang terdiri dari empat ruas berbeda.
Deandra Syarizka | 02 Juni 2016 06:55 WIB
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA—PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) menargetkan penambahan ruas tol baru hingga 150 kilometer dalam lima tahun mendatang. Adapun saat ini perseroan telah memiliki konsesi tol sepanjang total 77 kilometer yang terdiri dari empat ruas berbeda.

 

Direktur Utama CMNP Shadik Wahon menyatakan dari jumlah tersebut dua ruas jalan tol sepanjang 46,8 kilometer telah dioperasikan, sementara dua lainnya sepanjang total 30,2 kilometer masih dalam tahap konstruksi. Jalan tol yang telah dioperasikan itu antara lain jalan tol Ir. Wiyoto Wiyono (Cawang-Tanjung Priok-Jembatan Tiga/Pluit) dan jalan tol Simpang Susun Waru—Bandara Juandar Surabaya, sementara dua lainnya yang masih konstruksi adalah tol Antasari—Depok  dan jalan tol Soreang—Pasir Koja.

 

“Berbagai upaya terus dilakukan perseroan untuk mendorong pertumbuhan dan peluang investasi jalan tol baik melalui tender maupun pemrakarsa, termasuk di dalamnya mendapatkan sumber pendanaan baru,” ujarnya melalui siaran pers, Rabu (01/06)

 

Data perseroan menyebutkan, volume transaksi rata-rata jalan tol Wiyoto Wiyono tahun 2015 pada gerbang tol yang dikelola mencapai 243.228 kendaraan per hari, atau meningkat 0,77% dari tahun sebelumnya dengan pendapatan harian rata-rata sebesar Rp2,62 miliar. Adapun volume lalu lintas untuk jalan tol Waru—Juanda sebesar 38.350 kendaraan per hari, atau meningkat 4,08% dari tahun 2014, dengan pendapatan tol harian rata-rata sebesar Rp283 juta.

 

Pendapatan perseroan pada 2015 tercatat sebesar Rp223 miliar, atau meningkat 17,15% dibandingkan tahun 2014. Peningkatan pendapatan ini terdiri dari peningkatan pendapatan tol sebesar Rp23 miliar, pendapatan jasa konstruksi Rp180 miliar, dan pendapatan sewa sebesar Rp5 miliar. Sementara itu, beban perseroan pun meningkat menjadi Rp149 miliar.

 

Adapun laba bersih perseroan pada tahun 2015 mencapai Rp453 miliar, meningkat 10,28% dari tahun 2014, sedangkan nilai ETIBDA sebesar Rp628 miliar, meningkat 8,57% dari tahun sebelumnya. Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang digelar Selasa (31/05) pun menyetui seluruh laba bersih tersebut ditempatkan sebagai laba ditahan yang belum ditentukan penggunannya untuk mengoptimalkan pengembangan usaha.

 

Secara umum, aset perseroan pada 2015 sebesar Rp6,19 triliun, atau meningkat 16,78% dibanding 2014. LIabilitas perseroan meningkat sebesar 28,02% menjadi Rp2,02 triliun dibandingkan tahun 2014. Peningkatan tersbut disebabkan karena adanya beban akrual atas proyek anak perusahaan yaitu PT Citra Waspphutowa (CW), Badan Usaha Jalan Tol untuk ruas Antasari—Depok, dan PT Citra Marga Lintas Jabar (CMLJ), badan usaha tol Soreang—Pasirkoja. 

 

 
Tag : infrastruktur, jalan tol
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top