Wali Kota Solo: Kota Kami Tak Butuh Ojek Online

Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengatakan daerahnya sementara ini masih belum memerlukan adanya layanan transportasi ojek online, mengingat Kota Solo wilayahnya tidak terlalu besar dan masih cukup dilayani dengan angkutan kota dan bus kota.
Newswire | 02 Juni 2016 11:41 WIB
Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo - Jibiphoto

Bisnis.com, SOLO - Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengatakan daerahnya sementara ini masih belum memerlukan adanya layanan transportasi ojek online, mengingat Kota Solo wilayahnya tidak terlalu besar dan masih cukup dilayani dengan angkutan kota dan bus kota.

"Saya rasa Solo ini masih belum cukup, mengingat wilayahnya cukup kecil dibandingkan dengan daerah di sekitarnya," kata FX Hadi Rudyatmo yang akrab dipanggil Rudy menanggapi munculnya ojek online di kota setempat yang menuai berbagai kontroversi dari berbagai kalangan, di Solo, Kamis (2/6/2016).

Namun, lanjutnya, jika ojek online sudah terlanjur siap melayani masyarakat, rasanya tanggung jika hanya di Solo saja, di wilayah luar Solo juga dapat dilayani dengan ojek yang berbasis online.

"Kalau di Solo saja ya tanggung, kenapa tidak sekalian ke Sukoharjo, Karanganyar, dan daerah lainnya di luar Solo. Maka ojek online ini bisa menjadi salah satu solusi transportasi," katanya.

Dia mengatakan jika hanya di Solo, wilayahnya masih tergolong kecil, sehingga ojek biasa masih bisa mencakup dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan transportasi yang cepat. Lagi pula juga saat ini pangsa pasar ojek biasa juga semakin menyempit.

Menurut Rudy, permasalahan transportasi umum ini membutuhkan penyelesaian, untuk itu pihaknya akan meminta Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Pemkot Surakarta untuk menyelesaikan permasalahan ini. "Saya belum ada pembicaraan detail mengenai ini dengan Dishubkominfo. Kita lihat lagi nanti bagaimana," katanya.

Hanya saja, pihaknya tetap akan menjalin komunikasi dengan pengusaha ojek online, sebab dengan adanya komunikasi lebih lanjut nantinya solusi akan bisa ditemukan. "Tentu ada komunikasi. Supaya nanti bisa ketemu solusinya," ujarnya.

Kepala Dishubkominfo Pemkot Surakarta Yosca Herman Soedradjad menyatakan bahwa ojek online ini dianggap ilegal. Masalahnya, ojek online ini tidak memiliki izin beroperasi seperti perusahaan transportasi lainnya. Di samping itu regulasi mengenai ojek online juga belum jelas.

Dia mengatakan sesuai dengan Undang-undang No. 22/2009 selama ini tidak mengatur mengenai ojek online. Tentunya yang belum diatur regulasinya ilegal untuk diterapkan.

Sumber : Antara

Tag : ojek online
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top