Kemenhub Minta Proyek 15 Kapal Kontainer Rp1,6 T Dituntaskan dengan Baik

Kementerian Perhubungan dan delapan perusahaan galangan kapal pemenang tender pembangunan 15 unit kapal kontainer senilai Rp1,6 triliun melakukan peletakan lunas atau keel laying di galangan PT Daya Radar Utama.
Yudi Supriyanto | 02 Juni 2016 14:47 WIB
Kapal kontainer sedang merapat - Ilustrasi

Bisnis.com, LAMONGAN - Kementerian Perhubungan dan delapan perusahaan galangan kapal pemenang tender pembangunan 15 unit kapal kontainer senilai Rp1,6 triliun melakukan peletakan lunas atau keel laying di galangan PT Daya Radar Utama.

Mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Kepala Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya Hari Setyobudi menuturkan peletakan lunas tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kontrak pembangunan kapal kontainer yang terjadi pada 28 Desember 2015.

“Untuk itu, saya sangat mengapresiasi kepada segenap jajaran Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Laut atas kerja kerasnya sehingga pembangunan 15 kapal kontainer pesanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dapat berjalan dengan baik dan lancar,” kata Hari, Kamis (2/6/2016).

Dia mengingatkan para perusahaan galangan kapal yang membangun kapal kontainer sebaiknya menyelesaikan pembuatan kapal-kapal kontainer tersebut sebaik-baiknya. Kemudian, kapal-kapal tersebut juga harus sesuai dengan ketentuan dan kesepakatan dalam kontrak kerja.

Kedelapan perusahaan galangan kapal yang akan membangun 15 kapal kontainer tersebut antara lain, PT Bandar Abadi Batam, PT Janata Marina Indah Semarang, PT Dumas Shipyard Surabaya, dan PT KSO Dok Kodja Bahari – Krakatau Shipyard Banten masing-masing 1 unit kapal.

Sementara PT Industri Kapal Indonesia Makassar, PT Mariana Bahagia Palembang, dan PT Orela Shipyard Gresik masing-masing mengerjakan 2 unit kapal. Adapun PT Daya Radar Utama Lamongan adalah perusahaan yang mengerjakan kapal kontainer paling banyak, yakni 5 unit kapal.

Dia mengatakan kapasitas tiap kapal kontainer tersebut adalah 100 TEUs (twenty foot equivalent units). Kemudian, perusahaan-perusahaan galangan kapal tersebut harus selesai membangun pada tahun anggaran 2017 multiyears contract.

Adapun kontrak antara Kementerian Perhubungan dengan para perusahaan galangan kapal adalah kontrak Lumsum, yaitu penyedia harus menyelesaikan seluruh pekerjaan dalam batas waktu tertentu sesuai dengan yang telah ditetapkan dalam kontrak.

Tidak hanya itu, dengan kontrak tersebut juga segala resiko pembangunan sepenuhnya para perusahaan kapal yang menanggungnya.

Pada saat yang sama, Presiden Direktur PT Daya Radar Utama Amir Gunawan mengatakan saat ini pemerintah melakukan pembinaan terhadap industri galangan kapal nasional. Hal tersebut agar kinerja para perusahaan galangan kapal di dalam negeri bisa lebih kompetitif guna mendukung progam kemaritiman nasional.

Dia menuturkan selama 2015 – 2016, pemerintah telah memesan kapal secara masif kepada perusahaan galangan kapal nasional. Dia mengungkapkan, saat ini Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) telah membiayai lebih dari pembuatan 100 unit kapal yang dikerjakan oleh perusahaan-perusahaan galangan kapal nasional.

Tag : kemenhub
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top