BI Gandeng Bolaang Mongondow Utara Perkuat Ketahanan Pangan

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara turun tangan untuk mendukung upaya swasembada beras dan sapi di wilayah Bolaang Mengondow Utara lewat pendampingan teknologi pertanian terintegrasi.
David Eka Issetiabudi | 02 Juni 2016 15:19 WIB
Bupati Bolaang Mongondow Depri Pontoh (kiri) dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulut Peter Jacobs (kanan) melakukan penandatanganan nota kesepahaman tentang Penguatan Ketahanan Pangan Klaster Pertanian Terintegrasi Padi Sawah dan Sapi Ternak. - Bisnis/David Eka I.

Bisnis.com, MANADO - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara turun tangan untuk mendukung upaya swasembada beras dan sapi di wilayah Bolaang Mengondow Utara lewat pendampingan teknologi pertanian terintegrasi.

Langkah tersebut hadir melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara dengan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara tentang Penguatan Ketahanan Pangan Klaster Pertanian Terintegrasi Padi Sawah dan Sapi Ternak.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Utara Peter Jacobs mengatakan kerja sama ini merupakan wujud komitmen Bank Indonesia dengan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara untuk meningkatkan produksi tanaman padi dan sapi ternak menuju ketahanan pangan Sulawesi Utara.

Dalam keterangan pers disebutkan, penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilaksanakan dalam rangkaian acara Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) yang dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara Steven Kandouw di Lapangan Kecamatan Kaidipang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.

“Pendampingan akan terus dilakukan. Minimal 1 tahun supaya bisa berjalan sendiri. Harapannya tidak dalam kuantitas, tapi swasembada sapi dan beras,” tuturnya dalam pesan singkat, Kamis (2/6/2016).

Peter menjelaskan pertanian terintegrasi merupakan sistem budidaya tanaman padi yang diintegrasikan dengan peternakan sapi sehingga membentuk satu siklus produksi yang tidak menghasilkan limbah (no waste).

Menurutnya, padi ditanam kemudian jerami yang dihasilkan akan digunakan untuk penggemukan sapi. Buangan sapi akan diolah menjadi pupuk organik yang digunakan untuk budidaya padi.

Nantinya, bentuk pendampingan tidak hanya pelatihan teknis tetapi juga fasilitasi akses terhadap lembaga keuangan baik bank maupun non bank sehingga usaha tani dapat berkembang secara mandiri. “Kami akan melakukan pendampingan kepada kelompok usaha produktif daerah yang tergabung dalam klaster pertanian terintegrasi,” tambahnya.

Untuk permulaan, kerja sama dimulai dari lima kelompok tani dengan jumlah masing masing 10 ekor sapi. Untuk sawahnya, dimulai dari lahan seluas 5 hektare. Fasilitasi yang diberikan Bank Indonesia adalah teknologi penggemukan sapi dan pemanfaatan jerami padi.

Tag : bank indonesia
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top