BKI Undang Lima Badan Klas Asia

PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) bersama lima badan klasifikasi Asia mengadakan Seminar Asian Classification Society (ACS). Seminar tahunan ini adalah yang ketiga kalinya. Sebelumnya digelar pada 2013 dan 2014 di Jakarta.
Hadijah Alaydrus | 02 Agustus 2016 20:00 WIB
BKI telah memegang peranan penting, dalam hal ini BKI menjadi Ketua ACS periode 2015. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) bersama lima badan klasifikasi Asia mengadakan Seminar Asian Classification Society (ACS). Seminar tahunan ini adalah yang ketiga kalinya. Sebelumnya digelar pada 2013 dan 2014 di Jakarta.

Direktur Utama BKI Rudiyanto mengatakan seminar ini sebagai sebuah wujud kepedulian badan klasifikasi di Asia terhadap industri maritim, peraturan keselamatan pelayaran dan pencegahan pencemaran lingkungan.

"Sebagai sebuah bentuk promosi di IMO bahwa kegiatan seminar ini dilakukan untuk kepedulian ACS terhadap industri maritim di wilayah asia dan sekitarnya " ujarnya saat membuka acara Seminar ACS di Hotel Harris Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (2/8/2016).

Dia menambahkan tujuan seminar ACS adalah untuk memberikan informasi terkait dengan apa yang telah dikerjakan ACS sejak berdiri pada 2010.

"Bukti konkret BKI, perbaikan SDM, kami memahami untuk terus berbenah diri, kami mencoba membangun BKI baru, maka kenapa kami aktif di ACS, dengan tujuan memperkuat eksistensi BKI, yaitu dengan memberikan peran yang lebih baik bagi masyarakat maritim," katanya.

Marsetio, Ketua Komite Kebijakan Publik Kementerian Perhubungan, menyambut baik Seminar ACS, yang mana sebagai wujud nyata peran BKI khususnya dalam program Indonesia Poros Maritim.

Dalam hal ini, Marsetio menekankan BKI berperan aktif untuk kemanjuan bersama industri maritim di wilayah Asia.

Marsetio juga mengungkapkan sambutan Presiden Jokowi pada sidang IMO telah mengatakan pada seluruh jajaran maritim dunia bahwa Indonesia tidak hanya sebagai poros maritim dunia di dalam negeri, tapi juga global.

Dari sana, lanjutnya, maka jajaran pemerintah Jokowi juga konsisten melaksanakan semua resolusi IMO, dan bagaimana BKI sebagai member ACS, yang terdiri dari 6 klasifikasi, dan dua dari asosiasi pelayaran dan perkapalan [ASA dan ASEF], akan terus mempromosikan maritim, di regional Asia khususnya di ACS.

"Bahwa kita harus ada satu suara, voice of Asia. Kita mengikuti aturan global based standard, maka dibentuklah ACS ini," ujar Marsetio.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut, yang diwakili oleh Agustinus Maun, Dirjen Hubla menyambut baik kegiatan ini dan bahwa pentingnya kegiatan ini untuk mendukung penuh industri maritim terutama secara teknikal di bidang keselamatan pelayaran.

Fajar Nugraha, BKI ACS TMG members, mengatakan Seminar ACS ini sangat penting dalam kaitannya dengan aturan internasional di bidang safety, lingkungan, perkembangan terkini shipping dan shipbuilding itu agar benar-benar dapat dipahami dan diimplementasikan untuk industri maritim Asia khususnya di Indonesia.

Organisasi ACS terdapat TMG atau Technical Management Group, fungsinya mendukung pimpinan acs terkait masalah manajemen organisasi acs dan teknis dalam menyusun acs guidelines dalam hal keselamatan dan isu lingkungan, dimana BKI juga aktif di dalamnya.

"BKI dalam presentasinya mengenai riset untuk pengembangan rules domestik yg sesuai dengan perairan indonesia", ujar Fajar Nugraha yang juga sebagai Ketua Panitia Seminar ACS, di Jakarta, Selasa (2/8/2016).

Seminar sehari itu, selain presenter dari pihak ACS, juga mengundang Asian Shiponewer Association / ASA serta ASEF (Asian Shipbuilers' Expert Federation).

Undangan yang hadir, Selasa (2/8/2016) lebih kurang 150 peserta. Sedangkan pembicara terdiri dari 8 presenter dengan perincian 6 dari ACS dan 2 dari ASA dan ASEF.

Asian Classification Society (ACS) adalah asosiasi badan klasifikasi Asia yang dibentuk sejak 2010, dan terdiri dari lima badan klasifikasi yaitu Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), Korean Register of Shipping (KR), Nippon Kaiji Kyokai (NK Class), Vietnam Register (VR), Indian Regiater of Shipping (IRS), dan China Classification Society (CCS).

BKI telah memegang peranan penting, dalam hal ini BKI menjadi Ketua ACS periode 2015. Ketua Umum ACS dijabat selama lebih kurang 1 tahun dan mengalami pergantian setiap tahunnya. Kegiatan ACS tidak lebih untuk mengutamakan keselamatan pelayaran di wilayah Asia, dengan membentuk Technical Meeting Group (TMG) dari anggota ACS, ASA dan ASEF.

Tag : kapal
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top