Musik Tradisional Kalimantan Jadi Primadona di Travel Revolution Singapura

Gerai Indonesia menjadi pusat perhatian pengunjung pameran wisata di Singapura menyaksikan atraksi pemusik tradisonal Kalimantan Aat Nanyan yang memainkan sape, alat musik petik suku dayak
Lahyanto Nadie | 19 Agustus 2016 13:52 WIB
Ayu dan Aat dengan busana dan alat musik tradisional dayak di Travel Revolution Singapura 2016. - .Lahyanto Nadie

Bisnis.com, SINGAPURA- Gerai Indonesia menjadi pusat perhatian pengunjung pameran wisata di Singapura menyaksikan atraksi pemusik tradisonal Kalimantan Aat Nanyan yang memainkan sape, alat musik petik suku dayak.

Penampilan Aat makin menarik karena didampingi Hayu, gadis dayak yang mengenakan pakaian adat dengan dihiasi bulu burung enggang. Gelang tangan dari burung yang hidup di Kalimantan Timur ini menjadi ciri khas tersendiri bagi peserta pameran yang diikuti oleh negara Asia dan Eropa ini.

Aat memainkan alat musik yang kini masih banyak dipelajari generasi muda di Kalimantan. Para remaja yang belajar alat musik tradisional secara turun-temurun.

Aat, yang main musik ini selama 25 tahun bersama Namuei Ensamble bersama 8 orang, itu membuat alat musik tradisional yang kini telah dimodernisasi.

Biasanya Aat tampil di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta bersama artis tradisional di bawah manajemen Blitaros. Gelaran Aat di Singapura melengkapi pengalamannya tampil panggung Asia, Eropa Timur dan Australia guna mempromosikan pariwisata Indonesia.

Kementerian Pariwisata bersama industri pariwisata Indonesia dan agen lokal Singapura mengajak Aat pada pameran Travel Revolution (TR) 2016 (II) di The Sands Expo and Convention Centre, Marina Bay Sands, Singapura, 19-21 Agustus 2016.

Andriyatna Rubenta, Deputi Direktur Perjalanan Wisata Umum Asia Tenggara Kementerian Pariwisata, mengatakan bahwa pameran kali ini cukup strategis mengingat upaya pemerintah untuk meyakinkan warga Singapura dan negara lain bahwa aspek keamanan menjadi prioritas bagi mereka yang berwisata ke Indonesia.

Agenda wisata yang dipamerkan kali ini seperti Kepri Marine Festival menjadi perhatian khusus para pengunjung.

Ruben menjelaskan bawa wisatawan di Indonesia makin dimanjakan dengan pembangunan infrastrukrur di setiap destinasi mulai dari fasilitas di bandara, penyediaan Internet hijgga harga yang kompetitif. "Indonesia menawarkan harga yang lehih murah mulai dari hotel hingga belanja."

Tag : kementerian pariwisata
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top