Kemenperin Dorong Inovasi Perguruan Tinggi bagi Industri

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berharap pembangunan teknologi dapat menunjang perekonomian secara luas dan tentunya secara lebih khusus bagi industri nasional.
Nindya Aldila | 20 Agustus 2016 21:04 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berharap pembangunan teknologi dapat menunjang perekonomian secara luas dan tentunya secara lebih khusus bagi industri nasional.

Menurutnya, tantangan perguruan tinggi saat ini adalah mendorong pembangunan sumber daya manusia yang terampil dengan keahlian tertentu sesuai kebutuhan dunia kerja.

“Itu yang harusnya menjadi prioritas, agar generasi kita siap bekerja. Ke depan, kami mengusulkan pendidikan vokasional di bidang industri untuk SMK hingga D1 dan D2, dengan porsi pengajaran 60% di praktek lapangan dan 40% di kelas. Jadi, ada program magang minimal tiga bulan per semester,” paparnya saat Orasi Ilmiah Sidang Terbuka Peringatan 96 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia di kampus Institut Teknologi Bandung, Sabtu (20/8/2016).

Pemerintah juga giat mendorong kepada pelaku industri untuk mendirikan politeknik, terutama bagi industri tekstil dan otomotif yang sudah menerapkan. Ditambah pendidikan tersebut akan dibangun di sekitar kawasan-kawasan industri sesuai industri unggulan yang ada di setiap wilayah.

“Program pendidikan dual system ini didorong agar jadi gerakan oleh industri swasta atau BUMN. Untuk kurikulumnya, kami akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” tutur Airlangga.

Kementerian Perindustrian telah merencanakan konsep pendidikan vokasional (SMK, D1, D2) yang melibatkan lembaga pendidikan dan industri yang berbasis klaster sehingga SMK penjurusannya diarahkan pada kebutuhan industri di wilayah pertumbuhan masing-masing.

Dia menargetkan untuk mencetak 200.000 wirausahawan Industri Kecil Menengah (IKM), mengingat kontribusinya saat ini mencapai 34,82% terhadap industri secara keseluruhan.

Hasil riset inovasi ITB antara lain produk industri migas dalam bidang enhanced oil recovery (EOR) sebagai produk substitusi impor untuk mendukung ketahanan energi yang sudah diproduksi untuk pasar dalam negeri dan ekspor, produk inovasi dalam bidang transportasi masa depan, produk alat kesehatan dan biomedis serta produk inovasi ICT untuk mendukung konsep kota cerdas (smart city).

Kementerian Perindustrian telah memberikan dukungan dalam pembangunan Pusat Pengembangan Teknologi Industri (PPTI) dalam bidang Mesin Perkakas, Alat Kesehatan, Rekayasa dan Desain Perkeretaapian di perguruan tinggi tersebut.

Kluster PPTI bertujuan untuk membangun sinergi antara perguruan tinggi dengan industri untuk bekerjasama dalam riset yang bisa diaplikasikan industri dalam negeri.

Tag : kemenperin
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top